Teror 'Midnight Show' di Bioskop Angker

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Sabtu, 09/01/2016 07:04 WIB
Apa jadinya jika Anda pergi ke bioskop untuk menonton film horor pada tengah malah malah terjebak aksi pembunuh sadis? Acha S
Jakarta, CNN Indonesia -- Biasanya, orang-orang mencari hiburan di bioskop untuk menonton film-film favorit mereka. Namun apa jadinya jika Anda pergi ke bioskop malah terjebak aksi pembunuh sadis?

Inilah tema besar Midnight Show, film garapan sutradara Gandhi Fernando. Kisahnya berlatar era 1990-an, tentang kehidupan bocah "spesial" bernama Bagas dan keluarganya.

Disebut "spesial," karena Bagas dapat berkomunikasi dengan makhluk halus. Suatu kali, sang makhluk halus meminta Bagas membunuh orang tua serta adik perempuannya.


Bagas pun menuruti permintaan abnormal itu: membunuh seluruh anggota keluarganya tanpa ampun. Akibat tindakan kejinya, Bagas dipenjara dalam waktu yang cukup lama.

Kisah Bagas pun "melegenda," sampai-sampai menarik minat seorang produser film. Seiring berjalannya waktu, diproduksi lah film berjudul Bocah yang terinspirasi kisah Bagas. 

Film Bocah yang diangkat dari kisah nyata kemudian berhasil "menjarah" banyak bioskop, dan selalu ditayangkan pada jam khusus: tepat tengah malam alias midnight show.

Salah satu bioskop yang memutar film itu adalah Podium, di mana Naya (Acha Septriasa) menjadi karyawannya. Ada juga Juna (Gandhi Fernando) dan Lusi (Gesata Stella).

Pada suatu malam, film Bocah diputar. Di antara segelintir penonton dalam bioskop, ada satu pria misterius yang mengenakan hoodie sehingga wajahnya tidak kelihatan.

Malapetaka pun datang. Tepat pada saat film Bocah diputar, sang lelaki misterius tiba-tiba mengeluarkan senjata tajamnya untuk mengoyak badan seluruh pengunjung bioskop.

Untungnya, Naya, Juna, dan salah satu pengunjung bernama Sarah (Ratu Felisha), berhasil kabur dan bersembunyi di loket. Ketiganya harus mencari pintu keluar untuk kabur.

Namun pintu keluar sudah terkunci oleh sang pria misterius. Naya, Juna dan Sarah berusaha mencari cara untuk menyelamatkan diri, dan terbebas dari aksi teror pria itu.

Siapa gerangan si pria pembunuh berdarah dingin? Apa motif di balik pembunuhan sadis yang ia lakukan di bioskop angker itu? Mungkinkah Naya dan yang lain berhasil kabur?

Film berdurasi 90 menit ini agaknya ingin mengikuti film Hollywood seperti Scream, di mana ada pembunuh berdarah dingin misterius dan bertopeng "haus" mencari mangsa.

Lazimnya film horor, Midnight Show pun membuat penonton menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi. Jika tidak memperhatikan detail, sulit memahami jalan ceritanya.

Usaha Gandhi mengejutkan penonton dan memelintir plot layak diacungi jempol. Namun sayangnya, efek visual adegan sadisnya tidak dapat mengimbangi film horor Barat seperti Saw.

Film yang naskahnya ditulis oleh Ginanti Roma cukup berhasil membuat para penonton "geregetan." Sebelumnya, Ginanti berkiprah di film-film The Raid, Rumah Dara 2, Killers, dan lain-lain.

Pastinya, film yang mengumbar adegan menegangkan, aksi kekerasan dan pembunuhan sadis ini diklasifikasikan untuk penonton dewasa berusia di atas 18 tahun.

Midnight Show dapat dinikmati oleh penikmat film Indonesia di bioskop-bioskop per 14 Januari mendatang.



(fad/vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK