Prosesi Kremasi David Bowie Berlangsung Sepi
Ardita Mustafa | CNN Indonesia
Jumat, 15 Jan 2016 01:49 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Jasad David Bowie yang meninggal pada Minggu (10/1) dikabarkan akan dikremasi di New York, AS, seperti yang diberitakan oleh The Daily Mirror, baru-baru ini.
Proses kremasi itu dikabarkan tidak akan dihadiri oleh siapa pun, tidak juga keluarga dan teman-teman dekat.
Menurut sumber yang dikutip The Daily Mirror, permintaan tersebut merupakan permintaan langsung Bowie sebelum meninggal dunia.
"Bowie mengatakan ingin pergi dengan tenang," kata sang sumber menjelaskan maksud permintaan si Ziggy Stardust.
Selain dikremasi tanpa kehadiran keluarga dan teman, pun tidak ada acara mengenang mendiang yang dilakukan oleh selebriti.
"Tidak ada acara apa pun setelah Bowie tiada," ujar sang sumber. Hingga saat berita ini diterbitkan, belum diketahui di mana tempat kremasi Bowie.
Bowie meninggal dunia bertepatan dengan penyelenggaraan acara penghargaan Golden Globes 2016, setelah gagal berjuang menghadapi penyakit kanker hati.
Kepergian Bowie menyesakkan orang-orang terdekat, juga para penggemar. Betapa tidak, sang musisi mangkat dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-69 dan merilis album musik baru Blackstar.
Ivo van Hove, sutradara teater yang bertindak sebagai pengarah musik untuk Blackstar, mengaku sejak lama sudah mengetahui soal penyakit yang diidap Bowie, tapi tak memberitahukan kepada siapa pun.
"Kami memulai kolaborasi di panggung Lazarus, dan ada satu momen di mana ia mengatakan kepada saya bahwa dirinya tidak bisa menghadiri acara tersebut karena penyakitnya," ujar van Hove, dikutip NME.
"Ia mengatakan kepada saya, bahwa dirinya mengidap penyakit kanker, kanker hati."
Van Hove menegaskan, banyak rekan musisi—termasuk mereka yang terlibat penggarapan album musik Blackstar bersama Bowie setahun belakangan ini— tidak mengetahui tentang kanker hati yang diidap Bowie.
"Ia (Bowie) sangat berusaha menyelesaikan kedua project (Lazarus dan Blackstar) tepat waktu," ia menceritakan. "Ia tidak sudi membiarkan penyakit itu menang melawan dirinya."
(ard/vga)
Proses kremasi itu dikabarkan tidak akan dihadiri oleh siapa pun, tidak juga keluarga dan teman-teman dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dikremasi tanpa kehadiran keluarga dan teman, pun tidak ada acara mengenang mendiang yang dilakukan oleh selebriti.
Bowie meninggal dunia bertepatan dengan penyelenggaraan acara penghargaan Golden Globes 2016, setelah gagal berjuang menghadapi penyakit kanker hati.
Kepergian Bowie menyesakkan orang-orang terdekat, juga para penggemar. Betapa tidak, sang musisi mangkat dua hari setelah merayakan ulang tahun ke-69 dan merilis album musik baru Blackstar.
Ivo van Hove, sutradara teater yang bertindak sebagai pengarah musik untuk Blackstar, mengaku sejak lama sudah mengetahui soal penyakit yang diidap Bowie, tapi tak memberitahukan kepada siapa pun.
"Kami memulai kolaborasi di panggung Lazarus, dan ada satu momen di mana ia mengatakan kepada saya bahwa dirinya tidak bisa menghadiri acara tersebut karena penyakitnya," ujar van Hove, dikutip NME.
"Ia mengatakan kepada saya, bahwa dirinya mengidap penyakit kanker, kanker hati."
Van Hove menegaskan, banyak rekan musisi—termasuk mereka yang terlibat penggarapan album musik Blackstar bersama Bowie setahun belakangan ini— tidak mengetahui tentang kanker hati yang diidap Bowie.
"Ia (Bowie) sangat berusaha menyelesaikan kedua project (Lazarus dan Blackstar) tepat waktu," ia menceritakan. "Ia tidak sudi membiarkan penyakit itu menang melawan dirinya."
(ard/vga)