Sang aktor menyampaikan opininya kepada sebuah kantor berita, sebagaimana dikutip Deadline, saat ditemui di sela perhelatan Festival Film Sundance, pada akhir pekan kemarin.
“Sungguh disayangkan, seluruh negara ini adalah negara rasialis,” kata DeVito. “Sekalipun sebagian orang sudah menampilkan aksi hebat di film-film, mereka tak menyadari soal rasialisme.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenyataannya, menurut data yang dilansir International Business Times, beberapa waktu lalu, pembagian Oscar memang tidak imbang. Ketimpangan ini terjadi sejak awal Oscar dihelat, pada 1927.
Ketimpangan makin meruncing dua tahun belakangan ini. Beberapa insan Hollywood angkat bicara. Mereka juga meminta AMPAS, selaku panitia Oscar, berbenah diri dan menyelesaikan kontroversi.
“Nominasi merefleksikan The Academy, The Academy merefleksikan industri film, industri film merefleksikan Amerika,” kata aktor Will Smith, yang bermain di film Concussion, namun tak beroleh nominasi.
“Ini merefleksikan rangkaian tantangan yang mendera negara kami pada saat ini,” kata Smith yang tak ingin Hollywood dituduh rasialis, karena seharusnya Hollywood memang tidak begitu.
Namun sepanjang dua tahun belakangan ini, isu rasialisme memang terus bergulir. Hal ini memperlihatkan AMPAS membutuhkan panduan baru, agar isu sensitif semacam ini tak mengacaukan apresiasi. (vga/vga)