Rindu Kamera, Gareth Evans Iseng Garap 'Samurai Silat'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2016 17:04 WIB
Dalam tontonan di YouTube yang berdurasi sekitar lima menit itu, terdapat Yayan Ruhian, Cecep Arief Rahman, dan Hannah Al Rashid. Yayan Ruhian jadi samurai jahat dalam film pendek terbaru Gareth Evans. (CNN Indonesia/Rizky Sekar Afrisia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setahun lebih berlalu tanpa kabar terang dari tim produksi The Raid. Setelah menelurkan The Raid 2: Berandal, belum ada kabar terbaru soal kapan film selanjutnya, The Raid 3 bakal hadir untuk penonton.

Sang sutradara, Gareth Evans pun sedang disibukkan kegiatan lain di Barat. Namun ia baru saja memberi "hiburan" singkat bagi para penggemarnya. Senin (25/1) ia mengunggah tautan YouTube ke Twitter-nya.

Tautan itu menyuguhkan tontonan singkat, berdurasi sekitar lima menit, film pendek terbaru Evans. Pre visual berjudul Samurai Silat itu dibuat bernuansa hitam putih dengan tiga bintang utama: Yayan Ruhian, Cecep Arief Rahman, dan Hannah Alrashid.


Samurai Silat diawali wajah bengis Cecep yang nangkring di atas bebatuan tinggi. Intingnya tergugah saat melihat ada sekilas pergerakan di antara rerumputan, masuk ke areal hutan. Yayan, dengan wajah bengis yang sama, ikut bergerak untuk itu.

Gerakan yang mereka kejar ternyata seorang perempuan dengan kostum silat. Di tubuhnya, terikat sesuatu yang dibungkus tabung bambu dan dijaga rapat-rapat.

Menurut keterangan di situs YouTube Evans, yang dijaganya adalah pesan yang harus diantarkan dari satu raja ke raja lain. Pengejarnya merupakan kelompok yang ingin mengganggu perdamaian dengan teror.

Pengejaran kedua samurai berwajah bengis sampai ke tepi danau. Sang perempuan terjepit. Ia terpaksa mengeluarkan dua pedang samurai yang selama ini terbungkus di balik punggungnya. Dengan gerakan-gerakan tangkas ia melawan dua musuhnya.

[Gambas:Youtube]

Hannah, yang selama ini jarang terlihat berakting laga di film, terlihat lincah merebahkan diri, mendorong dengan pedang, menendang, sampai menyabet dan menusuk.

Yayan dan Cecep, yang baru saja ikut berlaga dalam Star Wars: The Force Awakens, seperti biasa menampilkan koreografi silat yang mencengangkan.

Pada menit ke-tiga, Hannah akhirnya berhasil mengalahkan salah satu musuhnya. Tinggal satu lagi yang mengincar tabung yang ia bawa. Pertarungan berubah lokasi ke hutan. Mereka kembali pamer koreo.

Pertarungan Yayan dan Hannah makin sengit karena keduanya sama kuat. Namun akhirnya, sang samurai perempuan lah yang berhasil tetap menjaga tabung bambu yang dibawanya.

Ada yang menarik di balik produksi Samurai Silat itu. Dalam Twitter-nya Evans menerangkan, karya itu seperti keisengan yang digarap serius. Ia kebetulan tengah mendapat kunjungan musim panas dari Yayan, Cecep, dan Hannah di Wales, Inggris Raya.

"Ketika di sini, kami membuat sekuen pendek berikut," lanjut Evans. Tujuannya, mengetes beberapa ide koreografi yang dimilikinya. Evans juga ingin tahu apakah ia bisa membuat sesuatu yang tidak terlalu sadis untuk ditonton kalangan anak-anak.

Karena saya benar-benar ingin memvideokan sesuatu setelah dua tahun tanpa mengangkat kamera.Gareth Evans
"Itu didesain sebagai tawaran untuk membuat koreografi yang memadukan gaya dan ritme dari pekerjaan sebelumnya (The Raid 1 & 2) namun tetap dalam jangkauan yang ramah untuk penonton PG-13 atau 12A."

Namun lebih dari itu, "Karena saya benar-benar ingin memvideokan sesuatu setelah dua tahun tanpa mengangkat kamera."

Tim produksinya sangat sederhana. Mereka berempat hanya tiga hari di Hirwaun, Wales. Tidak ada orang lain. "Tidak ada kru dan pemain lain bekerja di proyek ini selama proses pengambilan gambar," demikian tertulis di akun YouTube Evans.

Itu merupakan lokasi Evans biasa bermain saat masih kecil dengan pedang plastik.

Persiapan pun dilakukan dalam waktu singkat, sekitar empat sampai lima hari. Meski begitu, hasilnya bak film Hollywood. Pengambilan gambarnya dramatis. Koreografinya mantap. Mimik wajah Hannah, Yayan, dan Cecep tak bisa ditandingi.

Belum lagi, di belakang mereka ada alunan musik Jepang yang bercampur selentingan alat tradisional Indonesia. Itu semua menambah suguhan lima menit itu pas.

Nama Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi disebut Evans sebagai sosok yang membantunya saat melakukan pascaproduksi. Evans melakukan penyuntingan, sementara Fajar dan Aria berkolaborasi membuat skoring instrumen yang menguatkan elemen kultural di balik Samurai Silat.

Hingga kini, tayangan lima menit itu sudah ditonton sebanyak 55 ribu kali di YouTube. (rsa/vga)