Namun kini, para shaolin datang ke Jakarta. Sejak Jumat (19/2) sampai Minggu (21/2), atraksi Shaolin Warriors dapat dinikmati di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta.
Shaolin Warriors merupakan kelompok yang sengaja dibentuk untuk memerankan pertunjukan-pertunjukan ala shaolin yang identik dengan kepala plontos dan busana kuning. Namun mereka tidak bernaung di bawah payung biara shaolin mana pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka akan memeragakan aksi laga didukung 18 senjata tradisional shaolin. Jantung penonton akan dibuat berdegup kencang saat para pemain teatrikal itu bermain-main dengan toya dan pedangnya. Kisah yang dipentaskan, perjalanan anak masuk biara.
Anak itu dikisahkan menjalani pelatihan dari biksu di biara shaolin. Ia belajar mencapai keseimbangan ilmu bela diri dan pertapaan. Seiring berjalannya waktu, anak itu menjadi master shaolin yang hebat. Kenaikan tingkat ilmu digambarkan lewat warna busana yang dipakainya, yang akan berubah-ubah.
Mulai dari warna abu-abu, jingga, sampai kuning. Penonton juga akan dibawa ke situasi pegunungan China tempat para biksu shaolin biasa berlatih untuk menjadi pejuang terbaik, lewat set pertunjukan.
Beraksi menjadi shaolin bukan sekadar pentas teater. Sebelum tampil, para pemainnya juga harus menjalani pelatihan khusus untuk mendalami jurus-jurus dan teknik beladiri tingkat tinggi. Namun, usaha itu memiliki filosofi khusus soal kegigihan.
“Melalui pertunjukan Shaolin Warriors kami berharap masyarakat dapat merasa terhibur dan bisa membawa pulang nilai keteguhan dan kegigihan yang dimiliki para pejuang Shaolin,” ujar Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur. (rsa)