Happy Salma: Karya Nh Dini Umbar Emosi Wanita

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Minggu, 28/02/2016 11:51 WIB
Happy Salma: Karya Nh Dini Umbar Emosi Wanita Happy Salma. (CNNIndonesia Rights Free)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karya-karya Nh Dini hampir selalu mengedepankan karakter utama perempuan. Sang pengarang kelahiran Semarang, 29 Februari 1936, lihai  merepresentasikan perasaan kaumnya.

Hal itu dikatakan oleh Happy Salma, pemain film dan teater yang sudah menulis beberapa buku. Menurut Happy, karya-karya Dini sangat berkesan bagi dirinya.

"Saya baca novel-novel beliau. Yang paling berkesan bagi saya adalah novel dia berjudul Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang," katanya kepada CNN Indonesia.com ketika dihubungi via telepon, baru-baru ini.


Menurutnya, Dini adalah salah satu sastrawati Indonesia paling produktif. “Tulisan-tulisannya itu personal, seperti menceritakan pengalaman pribadi. Aku sempat bingung kenapa tulisan dia seperti itu."

Kemudian, Happy menceritakan bagaimana novel-novel Dini sangat berpengaruh, tak hanya terhadap dirinya, tapi juga banyak perempuan yang pernah membaca novel-novel Dini. Dia pun sangat suka diksi khas Dini.

"Sabar dan dermawanlah seperti bumi. Dia kau injak, kau ludahi, namun tak hentinya memberimu makanan dan minuman," tuturnya, mengutip kalimat dalam Langit dan Bumi Sahabat Kami.

Menurut penuturan Happy, Dini memiliki insting perempuan yang sangat kuat. Itu alasan Dini selalu menyisipkan sosok perempuan sebagai karakter utama dalam buku-bukunya.

"Karena dia adalah seorang wanita, jadi dia bercerita tentang wanita. Dia menceritakan tentang perempuan yang jalan hidup, usia, serta pengalamannya bertambah," kata Happy.

Ada beberapa tulisan Dini yang membuatnya ingat bahwa perempuan adalah makhluk yang rumit.

Novel-novel Dini, menurut Happy, dianggap seperti vitamin yang bisa memberikan kisi-kisi kehidupan perempuan dan dapat menjadi referensi sudut pandang perempuan pada umumnya.

Pada pertengahan tahun nanti, Happy yang belum pernah bertemu dengan Dini, berencana mengunjungi Semarang, tempat Dini tinggal.

"Saya ada kerjaan di Semarang," ujarnya, dengan nada antusias. "Saat itu, saya akan menyempatkan bertemu dengan Dini."

(sil/vga)