Siaran Ulang Music at Newsroom

The SIGIT, dari Garasi Rumah ke Panggung Musik di Texas

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Rabu, 30/03/2016 13:02 WIB
The SIGIT, dari Garasi Rumah ke Panggung Musik di Texas Saksikan siaran ulang penampilan The SIGIT pada Rabu (30/3) pukul 14.00-15.00 WIB hanya di www.cnnindonesia.com. (Foto diolah oleh Tim Grafis CNNIndonesia.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada era 2000-an, industri musik independen Tanah Air dikejutkan dengan kedatangan empat anak muda asal Bandung yang menamakan kelompok musik mereka dengan The Super Insurgent Group of Intemperance Talent alias The SIGIT.

Dengan setelan jaket kulit, baju serba hitam, dan celana skinny, grup band rock 'n roll yang digawangi Rekti Yoewono (vokal), Farri Icksan (gitar), Acil Armando (drum), dan Adit Bagja (bass) ini berusaha melawan arus musik pop yang mendera kuping penggemar musik Indonesia saat itu.

Tidak mudah bagi The SIGIT untuk menjadi band yang disegani, apalagi sudah lama Indonesia tidak mendengar karya band rock 'n roll.


Namun Brian Johnson, mantan vokalis AC/DC, pernah mengatakan, "Ini adalah jalan yang panjang untuk menuju ke puncak, jika Anda ingin [bermain musik] rock 'n roll!"

Tampaknya Rekti terinspirasi dari pernyataan Johnson. The SIGIT mencoba peruntungannya dengan terus mengadakan konser kecil-kecilan di garasi untuk anak-anak muda.

Kala itu, di konsernya The SIGIT juga menyediakan bir, camilan, tentu saja musik yang mereka mainkan. Hasilnya cukup memuaskan, para pengunjung memberikan respon yang positif.

Sejak saat itu, The SIGIT merasa bahwa mereka tidak perlu bantuan radio untuk mendapatkan pendengar, rasa cinta mereka dan penggemar atas musik rock 'n roll saja sudah cukup.

Merasa berjaya lewat panggung musik kecil, The SIGIT lalu memutuskan untuk merilis album mini berisikan enam lagu pada 2004.

Sungguh beruntung nasib mereka, sebuah label lokal bernama Fast Forward (FFWD) mendengar album mini itu dan menghubungi Rekti untuk menandatangani kontrak manajemen.

Akhirnya, album musik perdana milik The SIGIT bertajuk Visible Ide of Perfection dirilis pada 2007, sebuah album yang mendongkrak komunitas rock 'n roll tak hanya di Bandung, namun juga di Jakarta dan juga hampir di seluruh penjuru Nusantara.

Album itu berhasil melahirkan banyak penggemar baru The SIGIT. Mereka yang mencintai karya-karya Rekti cs menyebut dirinya sebagai Insurgent Army, yang hampir tak pernah absen jika The SIGIT manggung.

Tak lama setelah Visible Idea of Perfection dirilis, dunia mulai menyadari akan keberadaan The SIGIT di Indonesia.

Kepopuler itu membawa The SIGIT melakoni tur internasional pertamanya di sejumlah kota di Negeri Kangguru, untuk mempromosikan Visible Idea of Perfection.

Tak hanya itu, pada 2009, mereka diundang main ke SXSW di Austin, Amerika Serikat, dan merilis sebuah album berjudul Hertz Dyslexia, disusul dengan album teranyarnya berjudul Detourn pada 2013.

Tidak lama lagi, The SIGIT akan bertandang ke kantor CNN Indonesia.com dalam acara Music at Newsroom. Saksikan siaran ulang penampilan The SIGIT pada Rabu (30/3) pukul 14.00-15.00 WIB hanya di www.cnnindonesia.com!

[Gambas:Video CNN]
(ard/ard)