Ketiga rumah susun tersebut bertempat di Rusun Jati Rawasari, Rusun Marunda, dan Rusun Daan Mogot Pesakih. Sejumlah film diputar secara bersamaan di tiga lokasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, ini adalah film keluarga yang bisa dinikmati semua kalangan," lanjutnya.
Dalam acara ini Pemda DKI membantu panitia dalam mengurus izin dan birokrasi.
Pemutaran film di beberapa rusun Jakarta juga dikarenakan tahun ini Jakarta menjadi tuan rumah perayaan HFN.
Sementara itu, tempat pemutaran film di Rusun Daan Mogot dipadati oleh anak-anak yang terlihat sangat antusias.
Sebagian besar anak-anak duduk di barisan depan dan tertawa terbahak-bahak ketika melihat adegan lucu. Hanya sedikit orang tua dan remaja yang ikut menyaksikan film.
Salah satu warga Rusun Daan Mogot Pesakih, Mala, mengaku senang dengan adanya kegiatan pemutaran film ini. Ia dan keluarga pun merasa terhibur dengan itikad baik panitia perayaan HFN.
"Saya berharap kalo bisa acara-acara seperti ini lebih sering. Dengan adanya acara seperti ini anak-anak kan jadi enggak main yang aneh-aneh," kata Mala.
Sependapat dengan Mala, Pengelola Rusun Daan Mogot, Ria, menyatakan hal serupa. Baginya hiburan seperti ini sangat penting untuk warga rusun.
"Kebanyakan warga rusun di sini gusuran dari Slipi, Palmerah, Benhil dan Rawa Buaya. Selain hiburan anak-anak juga dapet edukasi dari film itu. Tadi kan inti dari filmnya mengajarkan anak-anak untuk berani, percaya diri dan menghargai orang tua," kata Ria.
Mala sempat menyayangkan acara ini diadakan hari Kamis dan baru selesai larut malam.
Warga yang baru tinggal satu tahun di rusun itu berharap kedepannya acara seperti ini diadakan saat hari libur agar tidak mengganggu jam tidur anak-anak yang besok sekolah.
(ard/ard)