Duo gitar dan bass ibu kota Endah N Rhesa bertemu dengan Dialog Dini Hari, Kamis (7/4) untuk memperkenalkan ‘Parahita’, sebuah mini album yang mereka buat bersama. Dadang a.k.a Pohon Tua adalah pentolan Dialog Dini Hari, bersama Endah dan Rhesa menyuguhkan kegembiraan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Bisa jadi, kolaborasi DDHEAR menjadi konser paling apik dan sempurna musisi dalam negeri sepanjang caturwulan 2016, terlepas dari jumlah penonton yang tidak sabar mendengar karya mereka dengan mayoritas suara berasal dari alat musik bersenar, ya gitar. Selepas senja, penonton sudah menantikan duet musisi folks itu berduet, dan tampkanya kedatangan mereka akan terbayarkan dengan sebuah tontonan yang bisa dibilang nyaris sempurna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selamat malam, terima kasih yang sudah hadir. Ini penampilan kami yang terpanjang selama kami lakukan. Tapi walau pun panjang, kali ini akan ada kejutan-kejutan," kata Endah sambil sedikit tertawa.
Penampilan DDHEAR dibilang atraktif bahkan monolog cerdas sering mereka lontarkan, termasuk menjelaskan arti ‘Parahita’ yang menjadi nama album kolaborasi DDHEAR.
DDH akhirnya membawakan lagu mereka sendiri 'Pelangi' yang diawali dengen solo melodi dari Dadang direspons Endah dengan memainkan melodi gitar yang lebih tinggi. Panggung saat itu otomatis milik Dadang dan Endah. Satu persatu personel, Zio, Deny dan Rhesa kembali ke atas panggung untuk membawakan lagu 'Baby It's You', 'Aku Dimana' Dan 'Pagi'. Lagu 'Aku Dimana' dengan iringan pianikan yang dimainkan Zio.
'When You Love Some One’ ibarat pelepas rindu penonton mengingat lagu itu adalah lagu yang membuat Endah N Rhesa diperhitungkan, dari segi kualitas dan daya tembus pasar domestik.
Mereka melanjutkan tembang 'Tentang Rumahku' dan 'No Tears From My Eyes’ yang menutup sesi satu.
Adalah Bonita & The Hus Band yang bernyanyi hanya dengan menggunakan satu mic kondensor sebagai pembuka sesi berikutnya, mereka membawakan lagu 'Aku Dimana' milik Dialog Dini Hari dan 'Remember Me' milik Endah N Rhesa.
"Terima kasih buat yang udah datang dan bernyanyi tadi. Oh iya, ini baju yang saya pakai dikasih sama Rhesa. Katanya pake baju ini biar kaya aktivis," kata Dadang sambil tertawa.
Lagam dan rima 'Oksigen' dengan aransemen unik dimainkan. Zio DDH sempat memperlihatkan kemampuan solo bassnya. Seakan tak mau kalah, Rhesa juga membalas dengan solo bass yang terdengar seperti jazz juga folk dengan efek clear dari alat musk masing-masing.