Mengarungi Tradisi Maluku dengan Manggurebe Arumbae

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 02/09/2016 19:05 WIB
Mengarungi Tradisi Maluku dengan Manggurebe Arumbae Ilustrasi perahu tradisional. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laut, bagi masyarakat Maluku adalah bagian dari kehidupan. Sejak dulu, masyarakat Maluku sudah terkenal sebagai pelaut handal. Sebuah mitos yang terkenal di kalangan masyarakat Maluku secara turun-temurun adalah, leluhur Suku Tanimbar tiba di Pulau Yamdena setelah melewati perjuangan sulit melintasi samudera.

“Perjuangan melintasi lautan merupakan sejarah keluhuran. Kisah-kisah perjuangan itu diceritakan turun-temurun,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff.

Perjuangan di laut itu, kini dikenal dengan nama Manggurebe Arumbae. Dalam pataka daerah Maluku, Arumbae menjadi simbol daerah yang di dalamnya terdapat lima orang sedang mendayung menghadapi tantangan lautan.


“Secara filosofis, artinya masyarakat Maluku adalah masyarakat yang dinamis, dan penuh daya juang. Laut adalah medan penuh bahaya dan Arumbae menjadi cara pandang bahwa laut adalah medan kehidupan yang harus dihadapi,” papar Said.

Manggurebe Arumbae tidak hanya jadi makna filosofis, tapi juga terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk lewat kompetisi tahunan yang kini jadi agenda pariwisata di Teluk Ambon.

“Tahun ini, Manggurebe Arumbae jadi bagian dalam Pesta Teluk Ambon 2016 yang akan diselenggarakan tanggal 6-10 September nanti,” sebutnya.

Said berharap, Pesta Teluk Ambon bisa masuk dalam kalender pariwisata nasional, bahkan internasional. Apalagi, tahun ini Pesta Teluk Ambon juga menjadi pembuka dalam kaitan Hari Pers Nasional 2017 yang dipusatkan di Ambon tahun mendatang.

Manggurebe Arumbae jadi daya tarik utama di Pesta Teluk Ambon, namun terdapat juga berbagai lomba lain, yakni perahu semang (bercadik), memancing, melukis, mendongeng kisah-kisah leluhur tanah Ambon, fotografi taman bawah laut, membuat mosaik, voli pantai, lomba Semang Laki-laki, lomba Semang Perempuan, lomba memancing tradisional, dan juga festival sajian khas Maluku.

Selain itu, pada 10 September, seluruh peserta festival akan diajak berpartisipasi melakukan pembersihan terumbu karang di Teluk Ambon. (les)