Siapa tak kenal lagu-lagunya romantis darinya. Kala Cinta Menggoda, Aku Cinta Dia, Gita Cinta di SMA, hingga Panah Asmara masih dinyanyikan tua sampai muda, bahkan diaransemen ulang.
Meski kini raganya telah tiada, Chrisye tetap menginspirasi banyak orang. Generasi muda yang tak sempat mengenalnya tapi menikmati lagu-lagunya, penasaran akan sosok musisi yang berkarier sejak 1960-an itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak pernah terbersit sebelumnya, tapi berkat momen itu jadi tergerak menceritakan yang tak banyak diketahui orang soal sosok Chrisye,” kata Yanti, Rabu (21/9).
Ia melanjutkan, “[Chrisye] sewaktu ada selalu menjaga privasi, kehidupan kami tidak pernah disentuh. Tapi inilah saatnya. Saya hanya penutur karena kebetulan saya ditakdirkan jadi pendampingnya."
Beberapa orang yang dikontak pun langsung menyambut positif. Lukman Sardi misalnya, yang didapuk menjadi produser, menganggap film Chrisye sebagai tonggak awal dibuatnya karya-karya visual soal pelaku seni di Indonesia.
"Masih banyak yang kurang konsen soal itu [membuat film tentang pelaku seni]. Kami mulai dari Chrisye,” ujar Lukman dalam kesempatan yang sama.
Meramu cerita Yanti, film itu nantinya akan mengangkat titik-titik penting dalam kehidupan sang musisi. "Kami sepakat ini bukan biografi, melainkan drama kehidupan dari Chrisye. Bagaimana ia menjadi legenda," ujar Lukman.
Setelah meninggal, Chrisye dikenang dalam banyak bentuk, salah satunya balet. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
Ditunjuk sebagai penulis naskahnya, Alim Sudiyo yang pernah meramu cerita untuk film Surga yang Tak Dirindukan menjelaskan nantinya cerita film akan didasarkan pada kehidupan sang pelantun Untukku yang tak banyak orang ketahui.
"Sedikit yang mengangkat kehidupan seorang seniman, pergulatan batinnya. Banyak hal seperti bagaimana menjadi kepala keluarga, perjuangannya mencapai keeksisan, berkarya untuk penggemar," ucapnya.
Sebagai sutradara, dipilih lah Rizal Mantovani yang sebelumnya sukses mengadaptasi novel 5 CM. Sementara Chrisye, akan diperankan Vino G. Bastian.
“Pendekatannya ada tiga. Bagaimana sosok hidup Chrisye yang penuh cinta, dari sisi spiritual, dan musik. Latar ceritanya berawal kala Chrisye sudah bersama Yanti," kata Rizal yang juga dekat dengan sosok Chrisye semasa hidup.
Rencananya, film Chrisye akan mulai diproduksi awal 2017. Chrisye sendiri meninggal pada 30 Maret 2007 dalam usia 57 tahun. (rsa)
Setelah meninggal, Chrisye dikenang dalam banyak bentuk, salah satunya balet. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)