Hipnotis Musik Transformer Satukan Inggris-Indonesia

Rahman Indra, CNN Indonesia | Rabu, 19/10/2016 12:18 WIB
Hipnotis Musik Transformer Satukan Inggris-Indonesia Pertunjukan musik XFRMR (Transformer) hipnotis malam pembukaan UK/ID Festival 2016, Bandung, Selasa (18/10). (CNN Indonesia/Rahman Indra)
Bandung, CNN Indonesia -- Ruangan yang tadinya terang menjadi gelap gulita begitu semua lampu dipadamkan. Robbie Thomson memasuki ruang. Berkaus hitam dan mengenakan topi bisbol, ia lalu berdiri di meja mirip turntable yang menghadap penonton.

Di samping kanannya, tampak kumparan Tesla yang dikandangi baja Faraday berukuran 2x2 meter. Perlahan, alunan musik terdengar dari permainan mixer dan synthesizer.

Awalnya lambat dan sangat halus, hingga tampak percikan listrik (serupa petir buatan) di kanan dan kiri kumparan Tesla. Seiring dengan itu, terdengar suara dengung benturan listrik. Harmonis, tidak memekakkan telinga.


Thomson lalu mengajak penonton yang memadati ruang utama Nu Art Sculpture & Park Bandung itu seolah sedang menjelajahi luar angkasa, lewat permainan musik serta tampilan visual yang menampakkan galaksi di balik kumparan Tesla.

Bermain hampir selama 35 menit, pertunjukan Thomson yang diberi tajuk XFRMR (dibaca Transformer) itu menjadi pembuka UK/ID Festival 2016, pada Selasa (18/10).

UK/ID Festival menjadi gelaran seni kolaborasi antara Inggris dan Indonesia yang pertama diusung British Council. Festival ini dijadwalkan berlangsung dari 18 hingga 10 Desember 2016, di delapan kota di Indonesia, antara lain Bandung, Jakarta, Solo, Surabaya, Medan, Padang, Ubud dan Yogyakarta.


Panggung Kolaborasi

Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia mengatakan UK/ID Festival merupakan salah satu wujud implementasi nota kesepahaman ekonomi kreatif yang telah ditandatangani Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia dan Kementerian Kebudayaan Inggris.

“Festival ini menunjukkan bahwa banyak hal hebat dapat tercipta ketika Inggris dan Indonesia berkolaborasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program UK/ID festival 2016 sendiri merupakan bagian dari program tiga tahun Inggris-Indonesia 2016-2018 yang diluncurkan ketika kunjungan Presiden Jokowi ke Inggris pada April lalu.

Paul Smith OBE, Direktur British Council di Indonesia mengatakan, penyelenggaraan UK/ID Festival diharapkan dapat menciptakan berbagai hubungan baru antara seniman, produser, kurator, dan organisasi seni asal Inggris dan Indonesia.

Gelaran ini melibatkan 33 organisasi dan seniman asal Indonesia, dan 26 organisasi dan seniman asal Inggris. Total ada 37 kegiatan seni yang berlangsung selama dua bulan penuh, di antaranya menampilkan hasil kolaborasi seniman kedua negara.

“Fokus festival kali ini adalah menghadirkan karya anak muda kreatif dari Indonesia dan Inggris, yang berkolaborasi dan saling berbagi menghasilkan karya yang menginspirasi,” ujar Smith.

Malam pembukaan festival turut dihadiri I Nyoman Nuarta, yang menaungi Nu Art Sculpture & Park, serta Ridwan Kamil, Walikota Bandung.

Anak muda dan digital

“Program festival fokus pada anak muda kreatif dan budaya digital,” ujar Adam Pushkin, Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council.

Ia menambahkan, seniman yang rata-rata masih berusia muda dari kedua negara akan menyuguhkan berbagai bentuk karya seni baru yang inovatif, yang dituangkan dalam berbagai medium, dari musik, film, fesyen, sastra, seni pertunjukan, hingga keramik.

“Dengan teknologi baru dan berbagai cara yang tak biasa, seniman muda asal Inggris dan Indonesia akan melahirkan karya baru, dan sekaligus saling berbagi satu sama lain,” ujarnya.

Hal itu diawali dengan malam pembukaan yang tidak hanya menyuguhkan Robbie Thomson, tapi juga menghadirkan Lucas & AB, duo organ dan drum ensemble asal Indonesia, yang tampil bersama sentuhan DJ E-One Cronik.

Sekitar 30 menit mereka memainkan sejumlah permainan musik yang menghentak, salah satunya musik yang menjadi lagu pengiring film Warkop DKI dengan ritmenya yang khas.

Sebelum menikmati pertunjukan musik, pengunjung Festival juga terlebih dahulu diajak menyaksikan pemutaran tiga film pendek dari Gerobak Bioskop, berupa layar tancap di ruang terbuka.

Sesuai namanya, pemutaran film menggunakan proyektor yang ditempatkan di sebuah gerobak yang kemudian menyorot layar. Penonton dapat menyaksikan sinema Inggris sambil makan dan bercengkarama dengan penonton lainnya.

Digawangi oleh Serrum Studio, penonton yang memadati halaman Nu Art Sculpture & Park menyaksikan film pendek pilihan dari BAFTA Shorts 2016, yakni; Mining Poems and Odes, Manoman, dan Over.

Usai tampil di Bandung, Robbie Thomson dengan pertunjukan musik Transofmer-nya akan berkunjung ke dua kota lainya, Surabaya dan Yogyakarta. Sementara Gerobak Bioskop: Layar Inspirasi juga akan hadir di Jakarta dan Surabaya.

Program lainnya

UK/ID Festival 2016 mengusung berbagai program hingga 10 Desember 2016.Di bidang fesyen, festival mengusung Fashion Futures yang ikut ambil bagian dalam gelaran Jakarta Fashion Week 2017.

James Cousins Company, kelompok tari asal Inggris akan menampilkan pementasan Rosalind yang terinspirasi dari As You Like It karya penyair William Shakespeare di Jakarta (25 Oktober) dan Solo (29 Oktober).

Penampil lainnya, ada kelompok penyair asal Skotlandia Neu! Reekie!, penyiar radio dengan reputasi internasional DJ Goldierocks, band unik asal Inggris bernuansa J-Pop 'Kero Kero Bonito', pertunjukan boneka mini Tim Spooner, dua seniman kreamik Joseph Hopkins dan Nao Matsunaga, serta fokus tentang film realita virtual yang bertema disabilitas.

UK/ID Festival 2016 akan dipusatkan pada Digital Design Weekend di kawasan Kota Tua Jakarta pada 19-20 November.

Kegiatan yang berafiliasi dengan program berjudul sama milik V&A Museum London tersebut akan menghadirkan gabungan penampilan karya seni, teknologi kreatif dan sains. (rsa)