Rekaman Khusus The Beatles Dirilis jika Trump Jadi Presiden

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 28/10/2016 12:56 WIB
Rekaman Khusus The Beatles Dirilis jika Trump Jadi Presiden Donald Trump didukung pengusaha Martin Shkreli. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak sedikit selebriti yang dengan terbuka mengakui dukungannya terhadap salah satu calon presiden Amerika Serikat. Mereka bahkan rela melakukan hal-hal konyol.

Katy Perry, misalnya. Pelantun Roar itu memberi dukungan penuh pada Hillary Clinton dengan berjanji takkan menggunakan busana saat memilih bulan depan. Madonna yang juga mendukung Clinton, berjanji memberi ‘layanan seksual' pada penggemar yang ikut memilih Clinton.

Kini, mengutip NME, pengusaha kontroversial Martin Shkreli ikut terlibat persaingan itu. Namun, berbanding terbalik dengan Perry dan Madonna, ia justru mendukung Trump.


Ia berjanji akan membagikan album kelompok rap Wu-Tang Clan secara eksklusif jika Trump menang dalam pemilihan presiden AS bulan depan.

Shkreli, terkenal di dunia hiburan karena pernah menarik perhatian para netizen di dunia maya, saat dia membeli satu-satunya salinan album Once Upon A Time In Shaolin dari kelompok rap itu pada 2015.

Di Twitter, Shkreli juga mengatakan bahwa jika Trump menang ia akan membocorkan materi rekaman The Beatles dan Nirvana yang belum pernah dirilis dan ia klaim memilikinya.

Tak hanya itu, ia juga menyatakan memiliki materi live streaming dari grup band yang digawangi John Lennon, Paul McCartney, Ringo Starr dan George Harisson itu, yang belum pernah dirilis di YouTube.

Tapi sebaliknya, jika Clinton yang menang dalam pemilu dirinya berjanji akan ‘mematahkan’ satu-satunya salinan album Wu-Tang Clan yang dimilikinya .

Shkreli memang tampak angkuh dengan menggunakan uangnya untuk mencari sensasi.

Diketahui, beberapa publisitas milik Shkreli pernah menawarkan rapper Kanye West uang sebesar US$15 juta atau sekitar Rp195 miliar, agar menjadi satu-satunya orang untuk memiliki album The Life Of Pablo.

Ia juga pernah menyumbangkan uang sebesar US$2700 (Rp 35,2 juta) untuk kampanye mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat yakni Bernie Sanders. Itu dilakukan Shkreli setelah Sanders memanggilnya ‘anak poster keserakahan.’

Bulan lalu, pengusaha itu melelang kesempatan untuk satu orang agar meninju wajahnya.

Shkreli menjadi sangat populer setelah perusahaannya, Turing Pharmaceuticals menaikkan harga obat AIDS Daraprim sebesar 5556 persen dari 10 poundsterling (Rp158 ribu) menjadi 577 poundsterling (Rp 9,1 juta).

Ia juga dikenal sebagai pengusaha yang boros, gemar memamerkan kekayaannya, bahkan sering dijuluki sebagai orang yang paling tidak populer di Amerika tapi menyebut dirinya sebagai ‘The world's biggest heel.’ (rsa/rsa)