Sebagai gantinya, penyanyi dan penulis lagu Beau Davidson dan band The Mixx yang akan tampil menghibur.
Kedua musisi, seperti dikutip dari NME, akan tampil dalam malam sebelum Trump dilantik sebagai presiden AS, pada 20 Januari mendatang. Gelaran yang berlangsung di Hyatt Regency Capitol Hill, Washington DC, AS itu diberi tajuk All-American Ball.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai judulnya, gelaran khusus ini mengundang sejumlah tamu khusus, serta beberapa atraksi yang menampilkan budaya Amerika, dan digadang-gadang sebagai salah satu acara hiburan yang spektakuler menampilkan keberagaman Amerika.
Pada wawancara dengan CNBC, seperti dikutip dari NME, Thomas J Barrack Jr, ketua Presidential Inaugural Committee mengatakan Trump tidak menawarkan penyanyi opera veteran itu untuk bernyanyi di malam inagurasi.
'Bocelli dan istirinya telah menjadi teman lama Trump, akan tetapi bukan berarti ia yang akan tampil. Kita tidak bekerja dalam kerangka kerja seperti itu. Terima kasih atas penawarannya. Anda seorang teman. Pintu Gedung Putih selalu terbuka buat Anda," ujar Barrack mengutip Trump.
Sementara itu, New York Post melaporkan Bocelli mengundurkan diri setelah menerima banyak cacian dan makian di media sosial ketika dikabarkan mengisi malam inagurasi Trump. Namun, kabar ini belum direspons oleh pihak Bocelli akan kebenarannya.
Seiring dengan persiapan menuju upacara inagurasi, ada kabar tak sedap yang beredar di kubu Trump. Di antaranya, yakni seputar aksi suap yang dilakukan pihak Trump pada sejumlah musisi untuk mau tampil di inagurasi. Namun, klaim ini dibantah oleh pihak Trump.
Rapper asal Texas, Post Malone sebelumnya dengan lugas mengatakan bersedia tampil di inagurasi asalkan dibayar dengan harga yang pas. (rah/rsa)