Kaleidoskop 2016

Festival Musik Unik di Indonesia Sepanjang 2016

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 26/12/2016 06:25 WIB
Festival Musik Unik di Indonesia Sepanjang 2016 Format acara RRREC FEST yang terbilang santai membuat musisi saling bertemu satu sama lain. Seperti Yellow Fang (Bangkok), Sonotanotapenz (Fukuoka) dan Leana Rachel (Los Angeles) yang berbincang dan foto bersama. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring berkembangnya dunia musik di Indonesia, makin bermunculan pula festival dan konser yang mengusung tema yang terbilang unik. Mulai dari festival yang mendatangkan ratusan musisi Tanah Air selama tiga hari berturut-turut, hingga acara khusus yang meleburkan unsur seni musik, seni rupa, dan seni peran di alam terbuka.

Berikut adalah tiga festival unik yang diselenggarakan sepanjang tahun 2016 di Indonesia yang diurutkan berdasarkan waktu:

1. Jazz Gunung

Jazz Gunung merupakan pertunjukan musik yang menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik yang, sesuai namanya, digelar setiap tahunnya di daerah pegunungan. Setiap tahunnya, acara ini diadakan di tempat yang sama, yakni Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.


Karena selalu diadakan di area Gunung Bromo selama tujuh tahun berturut-turut, maka acara yang digagas oleh fotografer Sigit Pramono bersama seniman Butet Kartaredjasa dan Djaduk Ferianto ini juga dikenal sebagai Jazz Gunung Bromo.

Festival musik jazz ini tentu saja unik, mengingat konsepnya yang menggabungkan musik, alam, dan manusia. Sang penyelenggara pun percaya bahwa acara ini mampu membawa nuansa yang berbeda dalam dunia seni pertunjukan musik, serta menjadi ajang untuk mencintai kearifan alam pegunungan yang telah menjadi simbol budaya asli di Nusantara.

Tahun ini, Jazz Gunung Bromo digelar pada 19-20 Agustus 2016 ini mendatangkan Dwiki Dharmawan Jazz Connection, Ian Scionti Trio dari Spanyol, Samba Sunda, Ermy Kullit, Shaggy Dog, dan masih banyak lagi.

Jazz Gunung memadukan keindahan panorama Gunung Bromo dengan syahdunya irama musik jazz.Foto: Unsplash/Harman Wardani
Jazz Gunung memadukan keindahan panorama Gunung Bromo dengan syahdunya irama musik jazz.

Jazz Gunung ini juga memiliki rangkaian festival musik jazz lain yang mengambil tempat maupun konsep berbeda setiap tahunnya. Mulai 2016, penyelenggara juga menggelar Ijen Summer Jazz di panggung terbuka Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Ijen Summer Jazz adalah rangkaian dari tiga pergelaran yang diadakan pada 30 Juli, 10 September, dan 22 Oktober 2016. Dalam acara ini, 300 pecinta musik jazz diberi kesempatan untuk menikmati penampilan musisi favoritnya secara dekat sembari makan malam sekaligus menikmati pemandangan menawan Ijen yang dikelilingi empat gunung sekaligus, Merapi, Raung, Ranti, dan Suket.

Artis yang tampil dalam Ijen Summer Jazz adalah Balawan & Batuan Ethnic Fusion, Shadow Puppets, dan Harvey Malaihollo.

2. RRREC Fest In The Valley

Apa yang terjadi jika seni musik, lokakarya seni rupa, dan seni peran di alam terbuka melebur dalam sebuah acara festival? Semua bakal dijawab oleh RRREC Fest In The Valley, festival musik yang digagas oleh anak cabang dari komunitas seni budaya Ruang Rupa, RURU Radio.

Tahun ini, RRREC Fest diselenggarakan di Tanakita Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat pada 9-11 September 2016.

Dalam acara yang diadakan setiap tahun ini, penyelenggara menjanjikan sebuah festival dalam format paket liburan akhir pekan (weekend getaway-music camp) yang berisi rangkaian program yang meliputi; pertunjukan musik, pemutaran film layar tancap, residensi seniman, lokakarya, diskusi, program anak, dan teater.

Pada pergelarannya tahun ini, penyelenggara menghadirkan sejumlah musisi yang mengusung beragam aliran musik, di antaranya adalah folk, elektro, rock, pop, dan bahkan qasidah.

Mulai dari musisi dalam negeri; Jason Ranti, Sisirtanah, Sarana, Nasida Ria, Bottlesmoker, Harlan, suarasama dan The Adams, sampai musisi luar negeri; Sonotanotanpenz (Fukuoka), Leana Rachel (Los Angeles), Dirgahayu (Kuala Lumpur) dan Yellow Fang (Bangkok).

Seperti juga Jazz Gunung, RRREC Fest menghadirkan pengalaman konser musik yang berbeda karena digelar di tempat perkemahan. Foto: CNN Indonesia/M. Andika Putra
Seperti juga Jazz Gunung, RRREC Fest menghadirkan pengalaman konser musik yang berbeda karena digelar di tempat perkemahan.

Festival ini pun mengadakan beberapa lokakarya, termasuk membuat boneka oleh Papermoon Puppet Theater dan paduan suara eksperimental Raung Jagat oleh personel band Senyawa, Rully Shabara. Ada pula lokakarya fotografi oleh Anton Ismael dan seniman visual asal Jakarta The Popo, serta beberapa diskusi yang membahas berbagai topik.

Sementara itu, film yang diputar dalam acara ini adalah Tiga Dara versi restorasi 4K. Tak hanya ditonton oleh panitia dan peserta, film ini juga ditonton oleh warga sekitar secara cuma-cuma.

3. Synchronize Fest

Pecinta musik dalam negeri tak perlu khawatir dengan banyaknya konser musisi asing yang 'menyerbu' Indonesia, karena mulai tahun ini, label rekaman independen demajors bersama promotor Dyandra Promosindo menggelar festival musik tahunan bernama Synchronize Fest.

Seluruh pengisi acara festival ini adalah musisi Tanah Air. Dalam penyelenggaraan perdananya, Synchronize Fest diadakan di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta pada 28-30 Oktober 2016.

Pihak penyelenggara menyebut acaranya sebagai festival musik multi-genre tahunan berskala nasional untuk merayakan keberagaman jenis musik hidup di lima panggung, selama tiga hari tiga malam. Tak tanggung-tanggung, seratusan musisi lintas generasi dan aliran musik hadir dalam acara tersebut.

Mulai dari genre pop, R&B, rock & roll, blues, folk, jazz, punk, heavy metal, hip-hop, reggae, ska, EDM atau sub-genre hardcore, metalcore, death metal, grindcore, industrial rock, new wave, indie pop, alternative rock/grunge, bossa nova, komedi bahkan dangdut.

Bila pada umumnya konser musik di Indonesia marak bertabur band luar negeri, Synchronize Festival memberi wadah bagi band dalam negeri unjuk gigi.Foto: CNN Indonesia/Munaya Nasiri
Bila pada umumnya konser musik di Indonesia marak bertabur band luar negeri, Synchronize Festival memberi wadah bagi band dalam negeri unjuk gigi, termasuk H. Rhoma Irama. 
Artis yang hadir di antaranya adalah Efek Rumah Kaca, Glenn Fredly, OM PMR, The Adams, Seringai, Monkey to Millionaire, Pure Saturday, Barasuara, Sentimental Moods, Payung Teduh, Ras Muhamad, Gugun Blues Shelter, Navicula, Kelompok Penerbang Roket, Superglad, NTRL, Mocca, Koil, 90's All Star (Iwa K, Neo, Black Skin), Sweet As Revenge, Sova, Besok Bubar, Begundal Lowokwaru, Endank Soekamti, Black Teeth, dan masih banyak lagi.

Selain menikmati ratusan pertunjukan musik, Synchronize Fest juga menyuguhkan berbagai pengalaman terkurasi lain bagi para audiens, seperti Outdoor Cinema, Art & Merch Market, Records Fair, hingga F&B Festival.



(les)