Pangeran Harry Anggap Trump Mengancam HAM

Rahman Indra, CNN Indonesia | Kamis, 02/02/2017 13:57 WIB
Pangeran Harry Anggap Trump Mengancam HAM Sumber terdekat kerajaan Inggris menyebutkan ia menganggap Presiden AS Donald Trump sebagai ancaman terhadap hak asasi manusia. (Foto: REUTERS/Anthony Phelps)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak hanya mendapat protes dan penolakan dari publik, ketidaksukaan terhadap Presiden AS, Donald Trump juga datang dari keluarga kerajaan Inggris.

Melansir New York Post, Pangeran Harry, cucu Ratu Elizabeth, pernah mengungkapkan dirinya tidak menyukai sosok Trump, dan hal itu sempat ia sampaikan pada lingkungan di kerajaan. Menurut dia, Presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut merupakan ancaman serius bagi perlindungan hak asasi manusia. 

"[Pangeran Harry] bukan penggemar Trump. Ia berfikir presiden [AS] adalah ancaman serius bagi hak asasi manusia," ujar sumber resmi kerajaan pada Us Weekly.


Sumber dalam kerajaan lainnya mengatakan, pria 32 tahun tersebut takut jika Trump bisa bertindak seolah Tuhan yang mengatur hak asasi manusia. Pernyataan tersebut dirasa tidak berlebihan, mengingat kebijakan imigrasi yang baru dikeluarkan Trump. Terkait hal ini, pihak kerajaan enggan memberi komentar.

Lebih lanjut terungkap, sikap politik Pangeran Harry bukan baru saja muncul belakangan ini. Sejak Trump memulai kampanyenya pada 2015 silam, sumber kerajaan mengatakan Harry telah vokal menyuarakan pendapatnya menolak Trump.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan menjadi tamu Kerajaan Inggris pada musim panas mendatang. Ia dan Melania Trump serta lainnya akan menghabiskan setidaknya tiga hari dalam kunjungan kenegaraan. Dikabarkan selain Ratu Elizabeth, Pangeran Harry beserta kakaknya Pangeran William dan Kate Middleton turut hadir. 

Terkait berita tersebut, lebih dari satu juta warga Inggris telah menandatangani petisi yang menolak kedatangan pria 70 tahun itu, pada Selasa (31/1). Hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai sikap yang akan ditunjukan Harry terkait rencana kedatangan Trump.

Sikap dingin Pangeran Harry dapat dikaitkan dengan sikap kontroversial Trump di masa lampau. Sebelum resmi menjadi presiden, Trump diketahui beberapa kali kerap melontarkan komentar menjengkelkan pada keluarga Ratu Elizabeth tersebut.

Pada 2012, misalnya, Trump pernah memberi komentar tak pantas di akun Twitternya, ketika foto topless Kate Middleton sedang berjemur di halaman belakang rumah tersebar ilegal. 

"Kate memang hebat, tapi dia tidak seharusnya berjemur sambil telanjang, memang hanya dia yang patut disalahkan. Tentu saja ada yang mau mengambil keuntungan dari foto itu? Ayolah Kate!," tulis Trump.

Sementara, kekasih Harry, aktris Meghan Markle beberapa waktu lalu juga tidak menyembunyikan ketidaksukaannya pada Trump. Ia malah lugas menyebut Trump presiden yang misoginistik dan berseloroh akan pindah lokasi pengambilan gambar untuk drama yang dibintanginya Suits ke Toronto, Kanada. (Okta/rah)