Musik Hip Hop 'Hidup' di Panggung Java Jazz 2017

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 05/03/2017 08:20 WIB
Musik Hip Hop 'Hidup' di Panggung Java Jazz 2017 Iwa K tampil di Java Jazz 2017 membawakan musik hip hop. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tajuk acaranya memang Jakarta Internasional BNI Java Jazz Festival. Namun musik hip hop mendapat tempat khusus di gelaran tahun ini. Musik yang tenar di dekade ’90-an dibawakan kembali oleh para rapper di Java Jazz Stage, JIExpo Kemayoran Jakarta, Sabtu (4/5) malam.

Bukan hanya penonton yang merasa aneh, Sweet Martabak yang membuka pentas itu pun mengaku heran mereka bisa berada di panggung festival jazz membawakan genre hip hop.

"Kita heran juga sih. Di jazz ada hip hop. Tapi it's okay kita support musik indonesia," kata John Doe, anggota Sweet Martabak setelah membawakan lagu pembuka, Cewek Matre.


Sweet Martabak juga sempat menyentil para penonton yang masih enggan bergoyang khas musik hip hop.


“Kalian nonton hip hop kayak nonton jazz ya, diam terus mikir ini teknik tinggi. Ayo semua kita joget bareng. Jangan ragu gerakkan badan kalian," ajak Sweet Martabak sebelum melantunkan Tididid.

Setelah Sweet Martabak, panggung itu berganti jadi milik NEO. Hits ’90-an dari album mereka dibawakan di pentas itu. Curhat Lagi dan Positivity dari album ke-enam jadi lagu yang dipilih NEO.

Tak ketinggalan, lagu dari 18 tahun lalu, Borju juga ikut dinyanyikan. Para penonton yang memenuhi area panggung outdoor itu bahkan masih hafal lirik di lagu Borju seperti: ‘Do mikado, cie duo tigo dan kalau belagu muka lu jauh.’


Belum lengkap rasanya jika pioner perkembangan musik hip hop Indonesia, Iwa K belum tampil menembangkan hits di dekade ’90-an.

Kehadiran Iwa semakin membuat suasana penonton semakin panas ikut berjoget dan bernyanyi. Iwa memainkan lagu Nombok Dong, Bersamamu, Kuingin Kembali dan Bebas.

Persembahan terakhir dari hip hop ’90-an adalah lagu Malam Indah. Sweet Martabak dan NEO kembali ke panggung menyanyikan lagu itu bersama Iwa. Seakan belum puas nostalgia dengan hip hop ’90-an itu, para penonton berteriak "Lagi, lagi, lagi!"

Namun, permintaan itu tak dipenuhi. Mereka menebusnya dengan wefie, berfoto bersama. Iwa meminta semua penonton mengangkat tangan agar bisa diabadikan dari atas pentas.

"Thank you for making hip hop alive," ujar Iwa. (rsa/les)