Risa Saraswati Bakal Rilis Buku Baru soal Sosok Hantu William

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 07/04/2017 07:42 WIB
Risa Saraswati Bakal Rilis Buku Baru soal Sosok Hantu William Risa Saraswati akan merilis buku baru soal teman makhluk halusnya pada April ini. (Foto: CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menuliskan kehidupannya yang tidak biasa, Risa Saraswati belakangan turut menjadi sorotan. Dalam bukunya, ia bercerita soal kemampuannya dalam melihat makhluk halus hingga berteman dengan mereka.

Kisahnya itu kemudian menyita perhatian setelah belum lama ini dirilis dalam bentuk film berjudul Danur. Setelah tujuh hari ditayangkan, film itu sudah disaksikan lebih dari satu juta penonton dan dinobatkan sebagai film horor dengan penonton terbanyak.

Namun Risa menyebut itu hanyalah bonus. Baginya, bekerja sebagai pegawai negeri sipil dan penulis adalah prioritas utama.


"Prioritas utama saya cuma kerja dan menulis, ketika dijadikan film dan ramai itu saya anggap sebagai bonus. Jadi ketika beberapa buku saya mau difilmkan, fokus tetap pada menulis," ujar Risa yang ditemui usai konferensi pers di Gedung MD, Kamis (6/4).


Diketahui, sejak 2011 hingga kini Risa telah menulis tujuh judul buku, yakni Danur (2011), Maddah 92012), Sunyauri (2013), Ananta Prahadi (2014), r.i.s.a.r.a (2014), Catatan Hitam (2015) dan Gerbang Dialog Danur (2015).

Dalam waktu dekat, penulis yang juga menggawangi band Sarasvati itu mengaku akan merilis buku terbaru dalam waktu dekat. Buku itu diambil dari cerita salah seorang 'teman' dekatnya, William.

"Sekarang saya sedang menulis William, lalu Jansen di buku lainnya, lainnya sudah ditarget. Semua anak termasuk Peter, Hendrick, Hans, sudah saya buat cerita duluan, lalu sekarang William,” katanya.

Dia menambahkan, "Saya sengaja menulis Jansen paling belakang karena saya lihat dia yang paling disukai sama pembaca, orang-orang menunggu karena dia paling kecil dan penasaran anak sekecil itu kok masih gentayangan, lucu saja."


Risa mengungkapkan, buku soal William akan dirilis pada April ini. Buku tersebut juga akan mengulas soal kehidupan 'teman-teman' dekatnya itu.

"Saya tidak pernah mencoba menakuti pembaca ketika menuliskan cerita, meskipun itu cerita hantu. Saya ingin ada sudut pandang baru, tidak hanya soal hantu, termasuk menceritakan kisah hidup anak-anak ini, orangtuanya seperti apa, waktu sekolah bagaimana," tuturnya.

Keuntungan Tulis Cerita soal Hantu

Risa berpandangan, menulis cerita para hantu lebih mudah ketimbang sosok manusia nyata. Ia mengaku dapat mewawancarai 'teman-teman' dekatnya itu kapanpun tanpa membuat janji khusus.

"Proses menulisnya kadang kalau di kantor, lagi enggak ada siapa-siapa, mereka datang cerita, fleksibel sekali. Dan menulis itu menyenangkan. Apalagi narasumber tidak bisa dilihat, jadi tidak perlu janjian. Bisa di mana-mana," katanya.


Meski demikian, Risa juga mengalami kesulitan, terlebih kawannya itu merupakan anak-anak.

"Apa yang saya tulis bukan semata-mata imajinasi saya, tapi hasil wawancara saya dengan mereka. Mereka pun bersikap layaknya anak-anak, kadang hari ini cerita A, besoknya B, jadi saya perlu kroscek ke beberapa hantu," ujarnya.

Ia pun menyimpulkan, “Memang kehidupan saya aneh.”