Kemendikbud Pamer Para Calon Warisan Budaya TakBenda Dunia

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 25/04/2017 15:14 WIB
Kemendikbud Pamer Para Calon Warisan Budaya TakBenda Dunia Jelang penetapan warisan budaya takbenda dunia untuk pinisi, pantun, dan pencak silat, sebuah pameran mengenai ketiganya diadakan hingga 28 April. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pinisi, pantun, dan pencak silat saat ini tengah bersaing untuk masuk dalam daftar budaya yang diakui dunia oleh UNESCO. Demi menggaungkan para calon warisan budaya takbenda dunia itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudaayaan menggelar pameran di Jakarta.

Pameran yang digelar oleh Kemendikbud tersebut berisi seluk-beluk tiga warisan budaya takbenda itu, mulai dari sejarah, fungsi dan kegunaan, hingga tetek bengek yang masih terkait pinisi, pantun, dan pencak silat.

Kasubdit Warisan Budaya dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Lien Dwiari Ratnawati menjelaskan pameran ini sebagai upaya untuk mengenalkan kepada masyarakat.

Menurut Lien, warisan budaya takbenda mesti dikenalkan karena bentuknya yang tak terlihat.


"Kami ingin masyarakat itu tahu, karena kalau untuk benda kan lebih populer ya seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Sangiran," ujar Lien kepada CNNIndonesia.com saat pembuka pameran, Jakarta, Selasa (25/4).

"Kalau takbenda kan kurang terlihat wujudnya. Makanya kami kasih tahu lewat pameran ini," lanjutnya
Salah satu pameran yang menggambarkan pencak silat sebagai calon warisan budaya takbenda dunia.Salah satu pameran yang menggambarkan pencak silat sebagai calon warisan budaya takbenda dunia. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Melalui pameran ini, Lien menyebut Kemendikbud ingin masyarakat memberikan dukungan untuk warisan budaya takbenda agar diakui dunia.

Pada 2017 ini, Indonesia sudah mengajukan pinisi, kapal dari Sulawesi Selatan. Pengajuan Pinisi itu akan dibahas dalam Sidang UNESCO pada Desember mendatang.

Menurut Lien, sidang itulah yang akan menentukan Pinisi bakal diakui atau tidak.

Selain itu, Indonesia juga baru saja mengajukan Pantun sebagai warisan budaya antar negara bersama dengan Malaysia.

Pengajuan ini akan dibahas dalam Sidang UNESCO pada 2018. Sementara tradisi pencak silat juga sudah diajukan dan akan dibahas pada sidang 2019.
Melalui pameran, Kemendikbud berharap masyarakat mengenal lebih dalam terakit pinisi, pantun, dan pencak silat sebagai calon warisan budaya takbenda dunia.Melalui pameran, Kemendikbud berharap masyarakat mengenal lebih dalam terakit pinisi, pantun, dan pencak silat sebagai calon warisan budaya takbenda dunia.  (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Pameran yang digelar di Gedung A Kemendikbud ini dibuka untuk umum secara gratis pada 25-28 April. Pameran ini juga menjelaskan proses perjalanan pengajuan tiga warisan budaya takbenda itu ke UNESCO.

Selain kedatangan masyarakan umum, Kemendikbud juga menjemput bola dengan menghadirkan rombongan siswa sekolah setiap harinya untuk melihat pameran tersebut.

Untuk diketahui, sejak 2008 Indonesia sudah memiliki tujuh warisan budaya takbenda yang terdaftar di UNESCO. Warisan itu adalah wayang, kris, batik, angklung, taru saman, noken, dan tari Bali.