Radiohead Dihimbau Batalkan Konser di Israel

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 25/04/2017 19:05 WIB
Radiohead Dihimbau Batalkan Konser di Israel Jelang konser di Tel Aviv Juli nanti, Radiohead mendapatkan himbauan berupa surat terbuka untuk membatalkan konser itu demi rakyat Palestina. (Trixie Textor/Getty Images for Coachella/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Radiohead tampaknya mendapat ganjalan jelang konser penutup rangkaian tur mereka yang rencananya digelar pada 19 Juli mendatang di Tel Aviv, Israel. Radiohead mendapat seruan untuk membatalkan konser di ibu kota Israel tersebut.

Diberitakan AFP, seruan tersebut datang dari berbagai seniman dunia termasuk musisi Inggris Roger Waters. Himbauan ini diserukan terkait konflik antara Israel dengan Palestina.

Radiohead sebelumnya tengah mengerjakan konser tur keliling dunia, termasuk penampilan mereka pada Coachella dan Glastonbury.

Kedatangan band rock Inggris tersebut ke Israel yang seharusnya pada 19 Juli mendatang juga menjadi pertama kalinya sejak 2000 silam.


Namun, sekelompok aktivis menghimbau band yang kerap bernyanyi atas nama kemanusiaan itu untuk membatalkan konser Tel Aviv dengan mempertimbangkan isu pendudukan Israel terhadap Palestina.

Himbauan tersebut tercantum dalam sebuah surat terbuka yang kemudian diunggah ke internet. Surat tersebut ditandatangani oleh berbagai pihak, mulai dari bintang film, musisi, penulis, desainer, hingga sineas dunia.

Mereka berharap Radiohead bergabung dengan mereka untuk memboikot Israel.

"Sejak Radiohead berkampanye untuk pembebasan warga Tibet, kami bertanya mengapa mereka menolak membela orang yang sedang berada di bawah penjajahan asing," tulis surat tersebut.

"Dalam permohonan kepada Radiohead untuk tidak tampil di Israel, masyarakat Palestina telah meminta kalian untuk mengambil langkah kecil untuk membantu menekan Israel menghentikan pelanggarannya atas hak asasi manusia dan hukum internasional,"

"Tentu bila memutuskan untuk melawan politik pecah belah, diskriminasi, dan kebencian adalah penting, berarti menerapkannya di mana pun. Dan itu termasuk apa yang terjadi dengan masyarakat Palestina setiap harinya,"

Waters yang merupakan mantan anggota Pink Floyd tersebut telah lama dikenal mengecam Israel. Selain Waters, beberapa nama lain seperti novelis Alice Walker dan Hari Kunzu juga ikut menandatangani.

Kampanye boikot budaya melawan Israel ini sempat sukses. Beberapa nama musisi besar setuju untuk batal tampil di Israel, seperti Stevie Wonder, Carlos Santana, dan Lauryn Hill.

Namun, beberapa nama musisi besar lainnya tidak terpengaruh. Mereka adalah Paul McCartney, band Rolling Stones, Elton John, dan Bon Jovi.

[Gambas:Youtube]