Teror yang Pernah 'Ganggu' Konser Musisi Dunia

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 16:20 WIB
Teror yang Pernah 'Ganggu' Konser Musisi Dunia Konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris pada Senin (22/5) malam ternyata bukan menjadi pertunjukan musik pertama yang 'diganggu' aksi teror. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terjadi ledakan bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Inggris pada Senin (22/5) malam waktu setempat. Ledakan itu diduga sebagai bentuk aksi teror.

Ini bukan kali pertama konser musik 'diganggu' aksi teror. Pertunjukan musik beberapa kali menjadi sasaran aksi teror karena ada banyak orang berkumpul di satu lokasi.

Selain itu, konser, terutama yang menghadirkan bintang ternama, juga dianggap paling tepat untuk menebar aksi teror karena dampaknya akan menjadi pusat perhatian publik.
CNNIndonesia.com merangkum beberapa konser musik yang diwarnai aksi teror dan menyita perhatian publik.


1. Ariana Grande di Manchester Arena

Penampilan Ariana Grande di Manchester Arena terganggu ledakan besar. Ariana baru saja menyelesaikan lagu terakhirnya dan meninggalkan panggung ketika sebuah ledakan besar terdengar.

Kondisi di Manchester Arena langsung heboh. Para penggemar Ariana yang tengah dibuai euforia konser langsung panik dan berupaya untuk menyelamatkan diri.

Ledakan itu mengakibatkan 19 orang tewas dan 50 orang lainnya luka-luka. Penonton yang berada dalam Manchester Arena pun berhamburan keluar. Saat ini, aksi teror itu sedang ditangani kepolisian Inggris.
2. Eagles of Death Metal di Bataclan Theatre, Paris
Teror yang Pernah 'Ganggu' Konser Musisi DuniaEagles of Death Metal menjadi saksi mata aksi teror di Bataclan Theatre, Paris, Perancis pada November 2015 silam. (Foto: Wikimedia Commons/SylviaBoBilvia)
Teror menyerang Paris, Perancis pada 13 November 2015. Aksi teror itu berupa serangkaian tembak-tembakan dan bom bunuh diri yang terjadi di empat tempat berbeda, yakni lokasi konser, pertandingan sepakbola, restoran dan bar.

Band Amerika Serikat, Eagles of Death Metal tengah menghibur sekitar 1.500 penonton di Bataclan Theatre. Setelah tampil sekitar 40 menit, tiga teroris bersenjata api masuk ke lokasi konser dan mulai menyerang dengan melancarkan tembakan ke segala arah.

Setengah jam kemudian, polisi melakukan penyelamatan dengan menembak dua pelaku aksi teror. Salah seorang teroris pun meledakkan bom bunuh diri setelah melihat kedua rekannya ditembak polisi.
Namun, polisi tak bisa menyelamatkan nyawa 89 orang korban dalam tragedi di Bataclan. Secara keseluruhan, aksi teror di Perancis itu mengakibatkan 130 orang meninggal dunia dan ratusan luka-luka.

3. Lady Gaga di Jakarta


Aksi teror juga membuat konser Lady Gaga batal di Jakarta pada 2015 lalu. Bukan dalam bentuk tembak-tembakan atau bom, konser Lady Gaga ditolak oleh kelompok Islam di Jakarta.

Alhasil, kepolisian tidak memberikan izin untuk Lady Gaga yang konser di Indonesia dengan alasan keamanan. Pasalnya, konser itu dinilai dapat memicu aksi teror maupun kericuhan. Padahal ketika itu, tiket konser sang Mother Monster telah ludes terjual.