Ini bukan kali pertama konser musik 'diganggu' aksi teror. Pertunjukan musik beberapa kali menjadi sasaran aksi teror karena ada banyak orang berkumpul di satu lokasi.
Selain itu, konser, terutama yang menghadirkan bintang ternama, juga dianggap paling tepat untuk menebar aksi teror karena dampaknya akan menjadi pusat perhatian publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan Ariana Grande di Manchester Arena terganggu ledakan besar. Ariana baru saja menyelesaikan lagu terakhirnya dan meninggalkan panggung ketika sebuah ledakan besar terdengar.
Kondisi di Manchester Arena langsung heboh. Para penggemar Ariana yang tengah dibuai euforia konser langsung panik dan berupaya untuk menyelamatkan diri.
Eagles of Death Metal menjadi saksi mata aksi teror di Bataclan Theatre, Paris, Perancis pada November 2015 silam. (Foto: Wikimedia Commons/SylviaBoBilvia) |
Band Amerika Serikat, Eagles of Death Metal tengah menghibur sekitar 1.500 penonton di Bataclan Theatre. Setelah tampil sekitar 40 menit, tiga teroris bersenjata api masuk ke lokasi konser dan mulai menyerang dengan melancarkan tembakan ke segala arah.
Setengah jam kemudian, polisi melakukan penyelamatan dengan menembak dua pelaku aksi teror. Salah seorang teroris pun meledakkan bom bunuh diri setelah melihat kedua rekannya ditembak polisi.
3. Lady Gaga di Jakarta
Aksi teror juga membuat konser Lady Gaga batal di Jakarta pada 2015 lalu. Bukan dalam bentuk tembak-tembakan atau bom, konser Lady Gaga ditolak oleh kelompok Islam di Jakarta.
Alhasil, kepolisian tidak memberikan izin untuk Lady Gaga yang konser di Indonesia dengan alasan keamanan. Pasalnya, konser itu dinilai dapat memicu aksi teror maupun kericuhan. Padahal ketika itu, tiket konser sang Mother Monster telah ludes terjual.
Eagles of Death Metal menjadi saksi mata aksi teror di Bataclan Theatre, Paris, Perancis pada November 2015 silam. (Foto: Wikimedia Commons/SylviaBoBilvia)