Ariana Grande Pulang Kampung setelah Ledakan di Konsernya

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 24/05/2017 08:08 WIB
Ariana Grande Pulang Kampung setelah Ledakan di Konsernya Ariana Grande menunda koser di Eropa setelah tragedi ledakan di Manchester. (REUTERS/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ariana Grande bukan hanya menunda kelanjutan konsernya di Eropa. Penyanyi 23 tahun itu juga seperti tidak mau lama-lama berada di Inggris setelah konsernya di Manchester Arena terganggu ledakan bom bunuh diri, Senin (22/5). Ia langsung kembali ke Amerika.

Diberitakan Reuters, Ariana langsung terbang menggunakan pesawat pribadi sehari setelah konser, Selasa (23/5). Ia tertangkap kamera menuruni tangga pesawat pribadi di bandara Boca Raton di kampung halamannya, Florida. Di sana, ia langsung ditemui keluarganya.

Kekasihnya, Mac Miller bahkan ada di lokasi. Ariana terlihat mengenakan busana kasual.
Kondisi Ariana sendiri baik-baik saja meski ada ledakan di konsernya. Ledakan itu terjadi setelah ia turun panggung dan lampu dimatikan, sementara para penggemarnya tengah berjalan keluar arena. Setidaknya 22 orang, termasuk remaja, meninggal dalam kejadian itu.


Pelaku bom bunuh diri sendiri tidak kalah muda. Usianya masih 22 tahun, diduga bernama Salman Abedi. Ia dilahirkan di Manchester dari orang tua yang berasal dari Libya. ISIS diketahui bersorak atas kejadian itu, dan mengklaim bertanggung jawab atasnya.

Mengetahui itu, Ariana berkomentar melalui media sosialnya, lima jam setelah kejadian. Ia mengaku hancur dan sangat berduka cita. “Dari lubuk hati saya yang terdalam, saya ikut berduka. Saya tidak bisa berkata-kata,” tulisnya sang ‘Dangerous Woman’ di Twitter.



Konser lanjutan di Manchester, yang seharusnya terselenggara di London, Belgia, Polandia, Jerman, Swiss, dan Perancis terpaksa ditunda. Promotor belum memberi informasi soal pengembalian tiket atau jadwal konser selanjutnya. Entah bagaimana soal konser selanjutnya, yang seharusnya berlanjut di Amerika Selatan, Australia dan Asia.