Bahkan, baru-baru ini dilaporkan Contact Music, bahwa dua remaja berusia 15 tahun Bella Herndon dan Priscilla Chiu mengakhiri hidupnya dengan gantung diri hanya beberapa hari setelah menonton serial tersebut. Tak ayal, kejadian itu semakin menguatkan kekhawatiran para orangtua akan dampak yang dibawa serial itu.
"Saya tidak mengetahuinya sampai pemakaman, hingga seorang teman Bella mengatakan pada saya bahwa tiga hari sebelum gantung diri, dia baru selesai menonton 13 Reasons Why. Semakin saya melihatnya, semakin mengerikan," kata ayah Bella, John, kepada ABC News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal ini, keduanya memang secara terang-terangan menyalahkan kematian putrinya karena serial tersebut, terlepas dari kenyataan bahwa putri mereka menderita depresi setelah mengalami perundungan di sekolahnya.
"Menurut kami, kami telah memperhatikan materi yang mencakup topik sensitif seperti yang dilakukan saat novelnya diterbitkan pada 2007," tambah mereka.
Kabarnya, seri itu sempat dilarang di Kanada, Selandia Baru dan banyak negara lain. Sebuah sekolah dasar bahkan memberi peringatan pada orang tua agar tak memperbolehkan anaknya menonton serial itu. Diskusi soal serial itu juga dilarang di sekolah karena mengganggu.
Sebuah lembaga kesehatan mental di Australia bahkan memberikan peringatan bahwa 13 Reasons Why mengandung konten berbahaya. Sekolah-sekolah di New Jersey, Amerika Serikat juga mengirimi orangtua murid surat peringatan terkait tayangan itu.
Drama 13 Reasons Why merupakan serial Amerika Serikat yang dikembangkan oleh Brian Yorkey. Drama itu mengangkat kisah Hannah Baker, yang dimainkan Katherine Langford. Dalam serial itu, melalui 13 rekaman kaset, Hannah menjelaskan 13 alasan dirinya bunuh diri. Intimidasi, perundungan, bahkan kekerasan seksual remaja sarat dalam serial itu.