Ujung Kaki Anak Tukang Las Melangkah ke New York

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 07/07/2017 15:11 WIB
Ujung Kaki Anak Tukang Las Melangkah ke New York Penari balet pria juga bisa mendunia seperti Amiruddin Shah dari India. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usia Amiruddin Shah boleh jadi masih muda. Tapi pemuda India yang masih berusia 16 tahun itu sudah punya mimpi dan tahu apa yang harus dilakukan demi mencapainya.

Shah adalah putra seorang tukang las. Beberapa tahun lalu, ia mempertaruhkan pendidikannya untuk sesuatu yang masih terasa asing bagi lingkungan sekitarnya: tari balet.

Ia rela putus sekolah demi menggapai mimpinya menjadi penari balet. Dan lihatlah dia sekarang. Seperti diberitakan Reuters, ia dijuluki Billy Elliot-nya India.



“Saya tidak tertarik sekolah lagi,” begitu katanya setelah belajar sampai tingkat ke-10.

Billy Elliot yang jadi judul film pada 2000 itu bercerita tentang anak seorang penambang di Inggris yang menemukan hidup lewat balet di tengah kesehariannya yang keras.

Shah juga menemukan hidup seperti Billy. Ia baru saja diundang American Ballet Theatre's Jacqueline Kennedy Onassis School untuk mendapat kursus gratis selama empat tahun.

[Gambas:Youtube]

Semua itu berawal dari sebuah klip video dan tangan Yehuda Maor.

Maor adalah pelatih tari balet Shah di Danceworx Performing Arts Academy di Mumbai. Beberapa bulan lalu, ia mengirim video Shah ke sekolah balet presitisius di New York itu.

Menurut Maor, bungsu dari lima bersaudara itu punya talenta tari yang langka.


“Saya tidak percaya reinkarnasi. Tapi jika saya percaya, dia [Shah] adalah Rudolf Nureyev,” katanya. Menurutnya, cara Shah dengan ringan menempatkan berat badannya pada ujung kakinya, sama seperti bagaimana sang pesulap melempar benda dengan tangannya.

Benar saja, video Shah memincut hati direktur Cynthia Harvey.

Usia Amiruddin Shah boleh jadi masih muda. Tapi pemuda India yang masih berusia 16 tahun itu sudah punya mimpi dan tahu apa yang harus dilakukan demi mencapainya.Usia Amiruddin Shah boleh jadi masih muda. Tapi pemuda India yang masih berusia 16 tahun itu sudah punya mimpi dan tahu apa yang harus dilakukan demi mencapainya. (REUTERS/Danish Siddiqui)

Ia bersikeras agar Shah menolak tawaran dari Royal Ballet School di London. Alih-alih, ia memaksa Shah mengikuti program pra-profesional di sekolahnya di New York City.

Hati Maor tak bisa lebih gembira. Ia memang sering membantu anak-anak, terutama penari yang menurutnya berbakat, agar mendapat bantuan dana dari sekolah-sekolah. Ia biasanya mengumumkan itu melalui Twitter. Shah juga pernah dimintakannya sokongan dana.