Cerita Rossa Tanggalkan Citra Diva dan 'Jajal' Hollywood

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Kamis, 03/08/2017 22:49 WIB
Cerita Rossa Tanggalkan Citra Diva dan 'Jajal' Hollywood Rossa berbagi cerita alasan menanggalkan kesan diva dan langkah baru dalam kariernya, bekerja sama dengan musisi Hollywood, Amerika Serikat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 21 tahun berkarier di musik Indonesia, membuat Rossa dikenal sebagai salah satu diva pop dan selalu tampil glamor dan elegan dalam setiap album maupun pertunjukannya. Namun di album baru, A New Chapter, ia memilih menanggalkan citra tersebut.

"Penampilan aku lebih banyak berubah, fotonya lebih sederhana, bukan glamor. Kalau dulu kan diva banget seperti Love, Live and Music (2014) itu lebih diva dan glamor. Kalau yang ini lebih kaya sederhana, edgy modern gitu," kata Rossa kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/8).

Menurut Rossa, album A New Chapter juga hadir dengan musik masa kini yang ia terjemahkan dari tempo maupun ketukan cepat a la electronic dance music (EDM).



Rossa memasukkan sembilan lagu dalam album baru ini, lima lagu berbahasa Indonesia, dan empat sisanya berbahasa Inggris. Lagu dengan bahasa Indonesia mencakup Cinta dalam Hidupku, Bukan Maksudku, Tlah Mencoba, Satu Hal yang Bodoh, dan Jangan Hilangkan Dia.

Sedangkan empat lainnya berbahasa Inggris yang diciptakan oleh musisi Hollywood, Mitch Allan.

Terbang ke Los Angeles

Album ini terasa lebih spesial lantaran Ocha, panggilan akrab Rossa, sampai terbang ke Los Angeles, Amerika Serikat. Di kampung halaman Hollywood itu, ia bertemu produser musik Mitch Allan yang membantu dia menggarap album ini.


Mitch Allan merupakan penulis sekaligus produser musik yang pernah menangani Demi Lovato, Miley Cyrus, Jason Derulo, Pitbull, Fifth Harmony, Kelly Clarkson, hingga Simple Plan.

Rossa bertemu dengan Allan dan beberapa musisi AS lainnya ketika bersama-sama menghadiri sebuah acara di Bali beberapa tahun lalu. Sejak saat itu Rossa terus menjalin komunikasi dengan musisi AS tersebut hingga akhirnya berbuah empat lagu.

Musisi Hollywood itu mempersembahkan Rossa lagu Body Speak, Break Up, Till My Heart Stops Beating, dan Firefly.

Rossa memilih kesan baru untuk album teranyarnya, ia melepaskan citra diva yang pernah disandang.Rossa memilih kesan baru untuk album teranyarnya, ia melepaskan citra diva yang pernah disandang. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

"Aku ketemu mereka, malah jadi ngorol dan berteman. Sampai aku minta, 'mau enggak bikinin lagu buat gue?' Mereka bilang, 'mau' karena belum pernah kerja sama dengan penyanyi Asia," tutur Rossa.

Proyek itu menjadikan Rossa sebagai penyanyi Asia pertama yang bekerja sama dengan Mitch Allan dan rekan-rekannya.

Rekaman di Hollywood, memberikan pengalaman yang berbeda bagi Rossa, lantaran menggunakan teknologi yang jauh lebih maju ketimbang Indonesia. Rossa juga mengalami kendala berbahasa dan mengatasinya dengan banyak berlatih pelafalan bahasa Inggris.

Bekerja sama dengan musisi Hollywood bukan berarti Rossa ingin 'Go Internasional'. Menurut dia, kesempatan ini digunakan untuk lebih banyak belajar, bukan untuk memasarkan produk secara internasional.


Respons Positif

Album baru Rossa yang sudah dirilis sejak bulan April itu diakui mendapatkan respons positif di Indonesia dan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Album yang dipasarkan lewat jaringan restoran cepat saji ini sudah terjual lebih dari 300 ribu kopi. Sampai saat ini, A New Chapter masih menjadi album dengan penjualan tertinggi di jaringan restoran tersebut.

A New Chapter juga mengantarkan Rossa menjadi penyanyi Indonesia pertama yang menjadi MTV Asia Spotlight pada Mei lalu.

[Gambas:Youtube]

Dalam program itu, profil dan video klip Rossa terus diputar selama satu bulan penuh di seluruh negara di Asia.

"Semacam Artist of the Month mereka. Ada versi Jepang, Filipina, macam-macam," ujar Rossa.

Album ini juga membuat Rossa diajak untuk kembali tampil membuat konser tunggal di Esplanade Concert Hall di Singapura, November mendatang.