logo CNN Indonesia

Aksi Apik dan Nekat Phoenix di We The Fest 2017

, CNN Indonesia
Aksi Apik dan Nekat Phoenix di We The Fest 2017 Menandai kedatangannya kembali ke Jakarta, band rock asal Perancis, Phoenix turut menjadi salah satu pengisi utama gelaran We The Fest 2017 hari ke-2. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menandai kedatangannya kembali ke Jakarta, band rock asal Perancis, Phoenix turut menjadi salah satu pengisi utama gelaran We The Fest 2017 hari ke-2.

Grup yang digawangi Thomas Mars (vokal), Deck D'Arcy (bass), Christian Mazzalai (gitar) dan Laurent Brancowitz (gitar) tampil begitu memukau pada Sabtu (12/8) di JIExpo Kemayoran.

Sorot lampu yang megah mengiringi dentuman musik dari Phoenix saat membuka penampilannya lewat lagu Ti Amo. Sang vokalis pun aktif bergerak dan berinteraksi, mengajak penonton larut dengan musik mereka.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 15 lagu diboyong Phoenix pada penampilan mereka di atas panggung utama WTF Stage. Belum lagi latar panggung dengan ragam gambar interaktif menambah kemeriahan aksi band yang dibentuk pada 1999 ini.

"Hello Jakarta! Terimakasih sudah hafal lirik-lirik kami," ucap Mars menyapa para penggemarnya.

Selama penampilan yang kurang lebih berlangsung selama satu jam lebih 10 menit, Phoenix membawakan lagu-lagu seperti Lasso, Entertainment, Lisztomania, J-Boy, Trying to be Cool (Drakkar Noir), Role Model, Girlfriend, dan lainnya.

Tanpa henti, penonton yang memadati area WTF Stage larut berdendang sembari sesekali berteriak dan bertepuk tangan menikmati suguhan apik dari Phoenix. Penonton juga aktif mengiringi setiap lagu yang dinyanyikan, bak paduan suara.

Menerima antusias penontonnya di WTF 2017, Phoenix pun makin bersemangat. Bahkan tanpa ragu, sang vokalis turun dari atas pentas hingga lompat pagar untuk membaur dengan penonton.

Sontak, aksi nekat Mars disambut meriah penonton yang beruntung dapat berada dekat dengan sang idola. Mereka langsung mengabadikan momen tersebut dan memanfaatkan untuk menyentuhnya langsung.

Sebelum benar-benar meninggalkan panggung, Phoenix lebih dulu melantunkan hit andalan mereka, 1901, yang sempat merajai tangga musik dunia. Setelahnya, mereka berpamitan dan menutup pertunjukkan lewat penampilan Ti Amo Di Piu.

Puas dengan suguhan yang diberikan, tepuk tangan dan sorak-sorai penonton semakin keras terdengar 'mengantar' anggota Phoenix yang satu persatu meninggalkan panggung.

Setelah pertunjukan Phoenix, panggung WTF Stage diisi oleh penampilan grup musik Cash Cash. Sementara di panggung lainnya, terdapat Snakehips dan Monkey to Millionaire yang juga menyuguhkan penampilan andalan mereka.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dendang Tanpa Ruang
0 Komentar
Terpopuler
CNN Video