Salah satu yang mengakui hal itu adalah staf humas dan media Ismaya Live Kevin Wiyarnanda, saat dihubungi CNNIndonesia.com, baru-baru ini.
"Untuk antisipasi [cuaca] kami sewa pawang hujan, walau ujung-ujungnya kembali ke Yang Maha Kuasa. Kami selalu berpikir positif dan berdoa juga untuk itu," kata Kevin saat berbagi soal persiapan gelaran We The Fest akhir pekan ini.
Lihat juga:Pesta We The Fest 2016 di Bawah Hujan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin, penyedia jasa pawang hujan mengaku sering dimintai bantuan untuk kelancaran acara festival musik seperti We The Fest, Djakarta Warehouse Project dan Java Jazz, bahkan kegiatan kenegaraan di Istana Presiden.
"Permintaannya jarang dadakan, biasanya sudah buat penawaran dari satu bulan sebelum. Kecuali Istana, karena biasanya mereka sudah punya. Tapi belum lama ini [saya] dikontak dadakan untuk terima tamu. Hanya mereka yang boleh dadakan," katanya.
Arifin menyatakan dia turut membantu gelaran acara We The Fest.
Namun ia mengakui, dirinya tak selalu berhasil menghalau hujan.
"Kami enggak sempurna 100 persen, misal ada 20 acara, ada yang tidak berhasil satu. Ya 90-95 persen keberhasilannya," katanya.
"Kalau minta uang muka itu harus konsekuensi, harus ketemu juga. Bagi kami yang penting bantu dulu," katanya.
Berbeda dengan Arifin, pawang hujan lainnya, Eko, memilih menerapkan pembayaran di muka. Bila sukses, dia baru menerima sisa pembayaran. Namun, jika hujan datang, ia membebaskan kliennya untuk tidak membayar sisanya.
"Pembayarannya uang muka dahulu. Kalau tidak hujan, bayar untuk tim suksesnya istilahnya. Kalau tidak [berhasil], ya tim suksesnya tidak dibayar," ucapnya.
"Kalau acara peresmian gedung, untuk dua sampai tiga jam atau acara pendek begitu Rp1,5 juta," tuturnya.
Tapi festival musik, termasuk persiapan dan acara, biasanya ‘menyewa’ jasa Arifin untuk lima hari penuh.
"Kalau acara musik tidak pernah pendek waktunya, walau cuma sehari mereka biasanya untuk persiapan juga, [untuk] pasang panggung, lampu, tenda. Satu hari bisa mencapai di atas Rp6 juta," katanya.
Sementara Eko, yang lebih banyak membantu acara pernikahan dan pembangunan gedung, mengatakan bahwa tarifnya berkisar pada harga Rp1,5 juta.