FOTO: 'Gangster' Seniman Penguasa Bangunan Berlantai 13

AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA, CNN Indonesia | Senin, 14/08/2017 06:40 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bangunan warna-warni di Ouvidor Street 63, Sao Paulo, Brasil dihuni oleh sekitar seratus seniman yang menggunakannya sebagai wadah berkreasi.

Bangunan bertingkat 13 dengan dinding warna-warni di Ouvidor Street 63, Sao Paulo, Brasil itu punya ratusan penghuni. Menariknya, mereka semua adalah pekerja seni. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Bangunan milik pemerintah Sao Paulo itu memang didedikasikan untuk para seniman. Di lantai enam misalnya, ada pemain akrobat yang lihai melempar-tangkap botol, di lantai tiga ada anggota band rock, serta di lantai tujuh ada pelukis yang asyik menggambar. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Para seniman baru-baru ini saja menempati bangunan itu, setelah tiga tahun terbengkalai tanpa ada penghuni. Mereka menjadikannya rumah pusat budaya dan seni di Sao Paulo. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Mereka seperti gangster. Seniman grafiti, musisi, pemain sirkus, sampai pelukis hidup bersama tanpa pemimpin. Segala kebutuhan mereka didiskusikan di rapat mingguan yang digelar di tiap lantai. Keputusannya lalu diajukan ke majelis untuk dipilih bersama. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Namun tidak semua seniman bisa menempati ‘rumah’ itu. Penghuni baru yang ingin tinggal di sana harus mendapatkan endorse dari penghuni lama, dan punya proyek kreatif sendiri. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Itu pun tak sembarangan masuk. Mereka masih harus beradaptasi dengan lingkungan dan dipilih, serta masuk dalam daftar tunggu yang tidak diketahui berapa panjang dan lamanya. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Namun tinggal di rumah yang disebut Ouvidor itu bisa mengubah nasib dan jalan hidup seniman. Mereka jadi benar-benar memahami arti berkesenian. Kebanyakan proyek mereka gratis. Kalau pun dibayar, sistemnya barter. Ada uang, untuk memperbaiki bangunan. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Hawa di rumah itu pun positif. Disebut AFP, itu satu-satunya bangunan di Sao Paulo di mana alkohol dan obat-obatan terlarang benar-benar diharamkan. Kata salah seorang penghuni, rumah itu adalah wadah berkesenian, bukan minum-minum sampai tak terkontrol. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Sayangnya, usia bangunan itu tidak akan lama. Menurut catatan, pemerintah sudah dua kali mencoba menjual bangunan itu lewat lelang, namun tidak menerima penawaran apa pun. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Kini Dewan Warisan Sao Paulo atau Heritage Council sedang menyiapkan proposal tender publik untuk menjualnya. Belum diketahui kapan proposal itu benar-benar terwujud. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Meski begitu, para pekerja seni di dalamnya tidak terpengaruh. Mereka mengaku tidak takut ‘dijual,’ karena ikatannya lebih kuat dari sekadar semen warna-warni berlantai 13. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)