'Perang' Seni Jalanan di Sao Paulo

REUTERS/Nacho Doce, CNN Indonesia | Kamis, 27/04/2017 14:56 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Walikota Sao Paulo menyatakan 'perang' terhadap seniman jalanan yang mencorat-coret dinding kotanya, terutama dengan simbol Pichacao.

Tidak seperti di kota-kota lain, dinding di Sao Paulo Brasil bukan kanvas terbuka untuk kuas para seniman jalanan. Walikota Joao Doria baru saja menyatakan ‘perang’ terhadap pembuat grafiti di dinding-dinding Sao Paulo. (REUTERS/Nacho Doce)
Doria sendiri pernah mengenakan pakaian terusan warna oranye dan masker, menyemprotkan cat abu-abu untuk menimpa gambar atau coretan para seniman jalanan di dinding yang membentang 15 ribu meter persegi di Avenida 23 de Maio. (REUTERS/Nacho Doce)
Doria punya program Pretty City, dan ingin membuat kotanya lebih bersih. Coretan jalanan dianggapnya mengganggu kota yang diamanatkan oleh pemimpin sebelumnya padanya itu. (REUTERS/Nacho Doce)
Tapi sejak ia memerintah pada Januari lalu, Doria mencatat polisi telah menangkap lebih dari 100 orang menggambar di dinding secara ilegal di Sao Paulo. (REUTERS/Nacho Doce)
Ia bahkan menyebut nama seniman jalanan yang kerap mengganggunya. Pichadores, demikian seniman itu disebut. Doria menganggap perangnya kini bukan dengan grafiti, melainkan Pichacao. “Dia penyerangan. Itu bukan masalah sosial, tapi kriminal,” katanya. (REUTERS/Nacho Doce)
Siapa pun Pichadores yang tertangkap menorehkan simbol Pichacao di dinding-dinding maupun sudut jalan, Doria menerapkan denda sebesar US$3.200, atau 10 kali lebih tinggi dibanding upah minimum daerah setempat. (REUTERS/Nacho Doce)
Tapi itu tidak menghalangi Pichadores menggambar simbol unik Pichacao yang berisi karakter huruf aneh, di dinding-dinding yang tersedia. Mereka bahkan berani naik ke puncak gedung untuk menorehkan simbol itu, seolah mengolok Doria. (REUTERS/Nacho Doce)
Menurut salah satu Pichador yang bernama Du, grafiti merupakan salah satu tanda kebebasan berekspresi. “Anda mengatakan pada dunia, ‘Saya di sini. Anda tidak bisa mengenyahkan kami.’” Terkadang, mereka menulis: “Siapa itu Doria?” (REUTERS/Nacho Doce)
Salah satu seniman jalanan lain, diketahui bernama Iaco bahkan berani menyemprotkan cat ke dinding yang baru saja dibersihkan, dan menulis: “Doria” sampai tujuh kali. Dinding itu seakan penuh. Empat menit setelah ia melakukannya, polisi datang dengan borgol. (REUTERS/Nacho Doce)
Iaco pun dimasukkan mobil dan digiring ke pos pengamanan terdekat, hanya karena mengungkapkan ekspresi seninya dengan menulis nama sang walikota di dinding lewat grafiti. (REUTERS/Nacho Doce)
Padahal Iaco pun tidak termasuk Pichadores, yang dianggap sebagai ‘sampah’ masyarakat urban. Pichadores juga disebut berkaitan dengan gangster di Sao Paulo, meski itu tak terbukti. Meski begitu, Pichadores sebenarnya juga punya pengagum di dunia. (REUTERS/Nacho Doce)
Fotografer Marthe Cooper mengaku mengagumi ekspresi seni di Sao Paulo. Menurutnya itu bukan vandalisme. Simbol Pichacao bahkan bisa ditemukan di Berlin Biennale, Cartier Foundation di Paris, juga di Sao Paulo Fashion Week sendiri. (REUTERS/Nacho Doce)