Seni Corat-coret yang 'Menghidupkan' Dinding

Andry Novelino, CNN Indonesia | Senin, 07/11/2016 10:36 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Grafiti yang dulu dianggap sekadar coretan perusak, kini menjadi karya seni yang membuat kota menjadi lebih 'hidup' dengan warna, gambar, dan tulisan.

Jika teriakan dengan mikrofon tak didengar, dinding-dinding pun bisa bersuara. Itulah yang dilakukan seniman jalanan lewat mural atau grafiti. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Gambar atau tulisan yang disemprotkan di dinding-dinding jalanan tak jarang juga berupa kritik atau sekadar sindiran terhadap kondisi sosial yang ada. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tak heran jika beberapa kali seniman jalanan main ‘kucing-kucingan’ dengan aparat. Gambar mereka bukan hanya dianggap sebagai perlawanan, tapi juga perusakan lingkungan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tapi di satu sisi, dalam perkembangannya mural dan grafiti kelamaan berubah menjadi karya seni. Gambar yang dicoretkan tak sekadar menggelitik, tapi juga indah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tren itu pun menjalar sampai ke Indonesia. Seni grafiti mulai ‘hidup’ sejak sekitar 2004. Di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, mereka merajalela. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Seniman mural Indonesia pun berkesempatan berkolaborasi dengan seniman jalanan Perancis, dalam pekan seni grafiti bertajukk Off the Wall, 2-7 November 2016. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Acara itu diselenggarakan oleh Institut Perancis Indonesia (IFI), menampilkan 10 seniman yang akan sama-sama mewarnai dinding Jakarta dengan karya grafiti mereka. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Minggu (6/11) di car free day kawasan Thamrin, 10 seniman yang terdiri atas lima seniman Indonesia dan lima seniman Perancis itu menggelar aksinya di beberapa titik. Pengunjung CFD bisa menonton mereka menggambari dinding IFI secara langsung. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Dinding yang awalnya bernuansa gelap itu, kini penuh warna-warni coretan pylox dan cat. Mereka juga menggambarinya macam-macam, mulai yang berbentuk lucu sampai abstrak. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Pengunjung yang tak sengaja lewat dan menonton, pedagang asongan yang mangkal di sekitar area itu, menyaksikan aksi para seniman dengan antusias. Mereka kemudian berfoto selfie dengan latar belakang dinding yang kini penuh corak dan atraktif itu. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Acara Urban Off the Wall yang digelar di dinding IFI, Museum Nasional, D'Gallerie, dan Yello Hotel itu memang bertujuan memperkenalkan seni jalanan ke ranah lebih luas. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Seni grafiti pun tidak lagi hanya dimiliki para bomber, anak-anak pencinta skateboard, komunitas punk, atau kelompok seni hipster. Semua juga bisa menikmatinya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)