Cerita Overdosis di Balik Gempita Festival Musik

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Senin, 14/08/2017 08:33 WIB
Cerita Overdosis di Balik Gempita Festival Musik Festival musik luar ruang biasanya 'liar.' (Ilustrasi/REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seperti kata psikolog musik Djohan Salim, penikmat musik luar ruang biasanya lebih ekspresif. Mereka suka berjingkrak dan bergoyang.

Bukan hanya itu, beberapa bertingkah liar dengan meneggak alkohol bahkan obat-obatan.

Tragedi yang terjadi di HARD Summer Music Festival California, tahun lalu menjadi buktinya. Tiga orang meninggal dunia di tengah festival itu.


Ketiganya karena overdosis obat-obatan.


Salah satunya seorang perempuan bernama Roxanne Ngo, yang diketahui mengonsumsi MDMA.

Orang tua Ngo rupanya tidak terima putrinya meninggal overdosis di tengah gempita konser musik seperti itu. Diberitakan NME, mereka pun mengajukan tuntutan hukum.

Tuntutan diajukan ke Pengadilan Tinggi San Bernardino pada 31 Juli lalu, dan ditujukan kepada penyelenggara festival. Menurut mereka, penyelenggara harus bertanggung jawab.

Seharusnya, menurut orang tua Ngo, penyelenggara lebih siap dan lebih baik dalam menangani overdosis, karena kejadian semacam itu potensial ada di festival musik luar ruang.


Tuntutan yang diajukan juga menyebut bahwa festival itu terlalu ramai, tapi di sisi lain kekurangan tenaga keamanan, medis bahkan air minum. Padahal cuaca saat itu mencapai 32 derajat celcius.

Live Nation, penyelenggara yang dituntut, belum memberikan komentar apa pun atas itu.

Namun peristiwa semacam itu memicu perbincangan di kalangan ahli kesehatan di Inggris. Mereka ingin festival-festival musik, terutama luar ruang, punya fasilitas khusus menguji kadar obat-obatan pengunjung.

Tahun lalu, Secret Garden Party sukses menerapkannya. Beberapa festival seperti Reading dan Leeds berharap bisa memperkenalkan drug-testing sebelum acara mereka tahun ini.


‘Vendor’ untuk uji kadar obat biasanya akan punya tenda khusus di tengah festival. Salah satunya adalah The Loop, lembaga spesialis uji forensik atas obat-obatan.

Royal Society for Public Health berpendapat seharusnya itu jadi salah satu fasilitas standar dalam penyelenggaraan festival musik, yang rentan penggunaan obat-obatan.