Payung Teduh Bocorkan Rencana Album Baru di Synchronize Fest

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 08/10/2017 22:40 WIB
Payung Teduh Bocorkan Rencana Album Baru di Synchronize Fest Payung Teduh menjadi salah satu pengisi acara di Synchronaize Festival 2017, Jakarta (8/10). Festival musik Synchronaize Festival 2017 berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 6 hingga 8 Oktober di Jeixpo. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di sela-sela penampilannya di panggung Synchronize Fest 2017, Payung Teduh membocorkan album terbaru mereka yang bakal segera rilis. Album ini bakal menjadi album ketiga Payung Teduh. Mereka terakhir kali merilis album lima tahun lalu, bertajuk Dunia Batas.

"Alhamdulillah sudah beres semua, album ketiga dua hari yang lalu," kata sang vokalis, Is di panggung Synchronize Fest 2017 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (8/10).

Album ketiga yang diberi nama Ruang Tunggu itu rencananya bakal diluncurkan di pasaran pada November mendatang. Is menyebut album ini bakal berbeda dan tak menunjukkan Payung Teduh yang sudah dikenal oleh penikmat musik indi sebelumnya.


"Album yang sangat-sangat tidak Payung Teduh. Campur-campur soalnya, ada jazz ada rock ada berisik-berisiknya juga biar gaul," tutur Is sebelum melantunkan lagu Angin Pujaan Hujan.

Aksi panggung Payung Teduh jadi salah satu performa yang ditunggu-tunggu di Synchronize Fest 2017. Para penonton bahkan sudah memadati panggung Dynamic Stage, pentas terbesar di festival musik multigenre itu, satu jam sebelum penampilan Payung Teduh.

Mereka lantas bersorak girang ketika para personel band indi: Is, Ivan, Comi, dan Cito, menaiki pentas dan mulai melantunkan Kita adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan.

Ketika Menuju Senja, Berdua Saja dan Rahasia mengalun, penonton tak sungkan ikut bernyanyi bersama. Mereka larut dengan lantunan musik yang meneduhkan ala Payung Teduh.

Payung Teduh kemudian mengajak penonton bergoyang meliukkan badan dengan tembang aransemen Cerita Gunung dan Laut yang memiliki tempo cepat.

Tensi penampilan band yang berangkat dari kantin Unversitas Indonesia itu semakin meningkat ketika mereka membawakan lagu kaya makna Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan dan Angin Pujaan Hujan.

Payung Teduh kemudian menutup penampilannya selama 45 menit di panggung Synchronize Fest 2017 dengan klimaks lagu fenomenal Akad. Penonton tampak puas dengan penampilan Payung Teduh seraya memberikan tepuk tangan meriah.