Selama tiga hari, akan ada lima panggung yang hendak menjadi saksi talenta-talenta terbaik negeri ini memainkan musik mereka. Tahun ini, Synchronize Festival masih akan diramaikan musisi era '70-an hingga 2000-an.
Seperti pada fase pertama daftar penampil, acara ini menghadirkan musisi legendaris Ebiet G Ade, kemudian band Naif, Barasuara, Tohpati Bertiga, Payung Teduh, Danilla, The Trees and The Wild, Koil, Sisitipsi, Ramayana Soul, Navicula, Tony Q Rastafara, Gugun Blues Shelter, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri kita sudah berkembang dengan sangat pesat. Segala sesuatunya sudah berjalan dengan baik. Ini yang coba kami sajikan kepada orang banyak," tutur David.
"Kami ingin mengembangkan dari tiga hal itu, sehingga ada sebuah pengalaman baru. Dan yang pasti kami akan melihat dari antusiasme, serta pangsa yang sedang dicari pasar Indonesia," ujar Program Director Synchronize Festival 2017 Kiki Aulia 'Ucup.’
Tahun lalu, Synchronize Festival mencatat 104 musisi yang tampil dan berhasil mendatangkan lebih dari 25 ribu pengunjung selama 3 hari pelaksanaan. Tahun ini, tentunya pihak penyelenggara menargetkan angka yang mencapai lebih dari sebelumnya.
"Untuk pengunjung kami berharap mencapai 20 ribu pengunjung per harinya, kalau musisinya kami mengejar angka 104 itu, bahkan mungkin akan lebih," kata Ucup.
"Banyak orang yang khusus datang ke Synchronize Festival dari luar kota, dari luar negeri pun ada, walau masih sedikit. Kami harap kelak bisa bertambah, jadi ajang ini benar-benar menjadikan musisi Indonesia tuan rumah di negerinya sendiri," katanya.
Tiket Synchronize Festival telah dijual mulai Rabu (7/6) ini dengan kisaran harga mulai Rp 135 ribu perhari dan Rp 200 ribu pertiga hari, melalui situs www.synchronizefestival.com.