Ebiet G Ade Hingga Barasuara Bakal Ramaikan Synchronize Fest

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 07/06/2017 19:10 WIB
Ebiet G Ade Hingga Barasuara Bakal Ramaikan Synchronize Fest Festival musik multigenre Synchronize Festival 2017 bakal diramaikan banyak musisi lokal, termasuk penyanyi senior Ebiet G Ade hingga band Barasuara. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelaran Synchronize Festival akan kembali hadir di penghujung 2017. Festival musik multigenre ini akan menyuguhkan sejumlah penampilan musisi Indonesia pada 6, 7, dan 8 Oktober 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Selama tiga hari, akan ada lima panggung yang hendak menjadi saksi talenta-talenta terbaik negeri ini memainkan musik mereka. Tahun ini, Synchronize Festival masih akan diramaikan musisi era '70-an hingga 2000-an.

Seperti pada fase pertama daftar penampil, acara ini menghadirkan musisi legendaris Ebiet G Ade, kemudian band Naif, Barasuara, Tohpati Bertiga, Payung Teduh, Danilla, The Trees and The Wild, Koil, Sisitipsi, Ramayana Soul, Navicula, Tony Q Rastafara, Gugun Blues Shelter, dan lainnya.
"Tahun ini masih mengusung semangat dan membawa energi yang sama seperti tahun lalu, dengan dikembangkan lebih luas. Kami ingin membawa konsep multigenre, multigenerasi dari musisi-musisi Indonesia yang bertalenta, jadi ini festival untuk semua," kata Festival Director Synchronize Festival 2017 David Karto dalam acara jumpa pers, Rabu (7/6).


Lebih jauh ia menjelaskan, Synchronize Festival bukan hanya sekedar festival musik. Nantinya, selain suguhan musik, akan ada area khusus pertunjukan film, records market, bazar kreatif dan sejumlah pengalaman visual.

"Industri kita sudah berkembang dengan sangat pesat. Segala sesuatunya sudah berjalan dengan baik. Ini yang coba kami sajikan kepada orang banyak," tutur David.

Ia pun mengingatkan bahwa tahun lalu festival ini berkolaborasi dengan seniman The Popoh sebagai salah satu bentuk suguhan pengalaman visual.
Sementara, dari segi musik yang hendak disajikan dari festival ini, David mengaku akan mengusung tiga elemen, yakni nostalgia, penampilan dan eksplorasi sesuatu yang baru.

"Kami ingin mengembangkan dari tiga hal itu, sehingga ada sebuah pengalaman baru. Dan yang pasti kami akan melihat dari antusiasme, serta pangsa yang sedang dicari pasar Indonesia," ujar Program Director Synchronize Festival 2017 Kiki Aulia 'Ucup.’

Tahun lalu, Synchronize Festival mencatat 104 musisi yang tampil dan berhasil mendatangkan lebih dari 25 ribu pengunjung selama 3 hari pelaksanaan. Tahun ini, tentunya pihak penyelenggara menargetkan angka yang mencapai lebih dari sebelumnya.

"Untuk pengunjung kami berharap mencapai 20 ribu pengunjung per harinya, kalau musisinya kami mengejar angka 104 itu, bahkan mungkin akan lebih," kata Ucup.
Technical Director Muhammad Riza berharap pengunjung yang datang nantinya berasal dari seluruh penjuru kota di Indonesia, bahkan luar negeri. Menurutnya, tahun lalu terdapat beberapa penonton yang tidak hanya berasal dari Jabodetabek.

"Banyak orang yang khusus datang ke Synchronize Festival dari luar kota, dari luar negeri pun ada, walau masih sedikit. Kami harap kelak bisa bertambah, jadi ajang ini benar-benar menjadikan musisi Indonesia tuan rumah di negerinya sendiri," katanya.

Tiket Synchronize Festival telah dijual mulai Rabu (7/6) ini dengan kisaran harga mulai Rp 135 ribu perhari dan Rp 200 ribu pertiga hari, melalui situs www.synchronizefestival.com.