Olivia Munn Bicara Pelecehan Seks oleh Sutradara 'Rush Hour'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 02/11/2017 10:00 WIB
Olivia Munn Bicara Pelecehan Seks oleh Sutradara 'Rush Hour' Olivia Munn bicara pernah dilecehkan secara seksual oleh Brett Ratner. (REUTERS/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terkuaknya skandal pelecehan seksual Harvey Weinstein membuka kotak pandora di Hollywood. Bukan hanya semakin banyak korban yang akhirnya berani berbicara, tetapi nama-nama produser maupun sutradara yang dituding melecehkan secara seksual pun bertambah.

Setelah sekitar 40 perempuan menyerang Weinstein, sutradara James Toback menyusul sang produser, dituntut karena melecehkan sekitar 38 wanita. Aktor Kevin Spacey kemudian membuat produksi House of Cards dihentikan karena ia dituding melecehkan aktor muda.

Usai itu, giliran Dustin Hoffman yang harus meminta maaf di hadapan publik karena melecehkan remaja. Kini tudingan pelecehan seksual ditujukan untuk Brett Ratner.



Ia merupakan sutradara dan produser, yang telah menelurkan film-film sukses seperti Rush Hour, X-Men: The Last Stand dan The Revenant. Beberapa perempuan termasuk aktris Olivia Munn mengaku pernah dilecehkan. Sebenarnya, Munn sudah pernah mengakui itu 2010 lalu.

Ia menulis dalam memoarnya, Suck It, Wonder Woman! The Misadventures of a Hollywood Geek. Namun saat itu ia tidak menyebut nama. Baru sekarang ia berani bicara, mendukung lima perempuan lain yang merasakan hal yang sama. Pelecehan Munn terjadi di lokasi syuting.

Pada 2004, Munn masih sekadar seseorang yang ingin menjadi artis. Ratner bermasturbasi di hadapannya saat ia masuk mengantarkan makanan ke trailer sang sutradara di lokasi syuting After the Sunset. Ia pun kaget, berteriak, lalu lari terbirit-birit keluar.


Munn, yang kini dikenal membintangi X-Men: Apocalypse dan The Newsroom, langsung menghubungi pengacaranya. Namun ia diminta untuk tidak melawan kuasa sang sutradara.

“Itu meninggalkan kesan [buruk] bagi saya. Harus seberapa sakit perempuan sebelum orang-orang mendengarkan mereka?” ia menuliskan.

Itu sudah tergambar jelas dalam memoarnya, di mana Munn menulis tentang sutradara yang disebutnya ‘tidak jantan’, “Dia bermasturbasi. Di sana. Dengan udang di tangannya. Dan saya berdiri di hadapannya. Bermasturbasi. Mastur-basi. Saya tidak bercanda.”


Ace Showbiz memberitakan, korban lain, Natasha Henstridge mengaku diminta memberikan seks oral pada sang sutradara setelah sebuah pesta di apartemennya di New York. Saat itu Henstridge masih berusia 19 tahun. Ia dihalang-halangi keluar sampai tak bisa bergerak.

“Akhirnya saya menyerah,” tutur Henstridge.

Jaime Ray Newman, korban lain, mengaku bertemu dengan Ratner di satu pesawat yang sama. Perbincangan mereka pun dengan cepat menjurus ke seksual. “Dia mendeskripsikan bagaimana dia akan memberi saya seks oral dan betapa dia ketagihan akan hal itu,” ujarnya.


Bukan hanya itu, Ratner juga dituding melecehkan seorang aktris muda selama dia menggarap Rush Hour 2 di Las Vegas. Dia meminta ‘bantuan’ seksual dengan imbalan mendapat peran.

Namun, mengutip Reuters, pengacara Ratner membantah semua tudingan itu dan menyebutnya “tidak jelas.” Saat itu, menurutnya film sudah selesai dengan audisi dan tengah dalam proses produksi. “Jadi tudingan bahwa ada diskusi untuk memberinya peran di tengah syuting film itu konyol dan menggelikan,” tutur Martin Singer, pengacara Ratner.

Tudingan lain juga dibantahnya.

Brett Ratner (dua dari kanan) tersandung masalah pelecehan seksual.Brett Ratner (dua dari kanan) tersandung masalah pelecehan seksual. (REUTERS/Tyrone Siu)