FOTO: Habis Gelap Terbitlah Terang di Thailand

AFP PHOTO & Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 05/11/2017 13:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah setahun berduka karena kepergian Raja Bhumibol, masyarakat Thailand mulai menggelar beberapa festival budaya yang tahun lalu ditiadakan.

Thailand mulai berwarna. Setahun lalu, masyarakat Negeri Gajah Putih itu berduka karena kepergian Bhumibol Adulyadej. Banyak festival ditiadakan dengan alasan masa berkabung. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Salah satu festival kini kembali diadakan. Masyarakat merayakan Loy Krathong atau Festival Keranjang, Jumat (3/11). Festival itu membuat Thailand seakan menyala. (AFP PHOTO / Roberto SCHMIDT)
Dalam kesempatan itu orang-orang menghormati ruh dari air. Mereka menghanyutkan kerajinan tangan kecil berisi bunga, bambu dan lilin ke sungai-sungai sebagai bentuk dari ritual yang sudah turun-temurun sejak lama. (REUTERS/Jorge Silva)
Keranjang kecil itu punya filosofi khusus. Menghanyutkan mereka seperti membuang nasib buruk dan meminta hal-hal baik selama festival. (REUTERS/Jorge Silva)
Festival itu dirayakan hampir di semua titik di Thailand, terutama di bagian utara. (REUTERS/Jorge Silva)
Bukan hanya merayakan itu, di daetah Chiang Mai masyarakat juga merayakan Festival Yi Peng, di mana mereka akan menyalakan lentera dan mengangkat serta menerbangkannya ke angkasa. (AFP PHOTO / Roberto SCHMIDT)
Kegiatan itu juga dikenal sebagai Festival Cahaya, karena langit Thailand akan dipenuhi pendar warna kuning dari api yang dinyalakan dari lentera. (AFP PHOTO / Reuben EASEY)
Diduga terkait lentera-lentera yang mengangkasa itu, maskapai Thai Airways International sampai membatalkan beberapa penerbangan Bangkok-Chiang Mai pada Jumat dan Sabtu (4/11) atas alasan keselamatan. (AFP PHOTO / Roberto SCHMIDT)
Festival Yi Peng juga dimeriahkan tari-tarian. Para penari memasang kuku nan lancip dan panjang di kesepuluh jaringa, lalu mengenakan busana tradisional. Itu dilakukan sebelum menerbangkan lentera, untuk menghormati Buddha. (AFP PHOTO / Roberto SCHMIDT)
Meski beberapa festival mulai digelar, pemerintah masih belum membuka festival yang terlalu hura-hura. Mereka lebih ingin menonjolkan budaya Thailand. (AFP PHOTO / Roberto SCHMIDT)
Seiring dengan festival-festival itu, masyarakat Thailand pun mulai bisa mengenakan busana warna-warni ceria. Setahun belakangan, mereka mengenakan busana hitam setiap hari. (AFP PHOTO / MADAREE TOHLALA)
Masa yang lebih berwarna di Thailand ini dimulai Senin (30/10) lalu, setelah sepekan sebelumnya masyarakat berduka mengantarkan Raja ke peristirahatan terakhir.  (REUTERS/Athit Perawongmetha)