Piala Citra FFI 2017 Masih Belum Berlapis Emas

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 11/11/2017 13:36 WIB
Piala Citra FFI 2017 Masih Belum Berlapis Emas Piala Citra masih belum berlapis emas. (Ilustrasi/Dok. Panitia Festival Film Indonesia)
Manado, CNN Indonesia -- Pemenang Festival Film Indonesia (FFI) tahun ini akan membawa pulang Piala Citra nan membanggakan itu. Namun sayang, mereka masih belum bisa menggenggam piala yang berlapis emas. Wacana melapisi Piala Citra dengan emas tahun ini belum dapat diwujudkan.

Ketua Panitia Pusat FFI 2017 Leni Lolang menjelaskan, sedianya panitia hendak melapisi Piala Citra itu dengan emas. Namun, kurangnya waktu dan belum ditemukannya bahan yang cocok membuat niat itu harus diurungkan. Piala yang dibawa pulang pun masih dari akrilik.

"Rencananya tahun ini mau dilapisi emas semua. Tapi tidak kesampaian karena waktu terbatas dan akrilik sulit dilapisi emas," kata Leni jelang malam penganugerahan FFI 2017 di Manado, Jumat (10/11).



Meski begitu, Leni menyebut melapisi Piala Citra dengan emas di tahun ini masih mungkin.

Sponsor FFI tahun ini sebenarnya sudah berjanji untuk melapisi Piala Citra dengan emas. Jika ini terlaksana, maka piala para pemenang bakal diambil kembali dan diganti dengan yang berlapis emas. Sayangnya, Leni sendiri belum bisa memastikan itu.

"Masih dalam proses melihat bahan akrilik agak sulit. Jadi dipastikan dulu," tuturnya.

Meski FFI telah diselenggarakan sejak 1955, para pemenang baru mendapat hadiah piala pada 1966. Adalah seniman Sidharta yang merancangnya. Pada 1979, Menteri Penerangan Ali Murtopo kemudian mengesahkannya. Nama ‘citra’ digunakan terinspirasi dari sajak Usmar Ismail.


Sebelum diberi nama yang berarti bayangan itu, Piala Citra sempat hendak diberi nama Mayarupa, Kumara, Wijayandaru, Wijacipta, Prabangkara, sampai Mpu Kanwa.

Piala Citra sempat bergonta-ganti desain. Baru pada FFI 2014 piala itu dikembalikan ke ‘khitahnya’. Hingga kini Piala Citra menggunakan desain mendiang pematung Sidharta.

Saat ini, Piala Citra dibuat oleh seniman Dolorosa Sinaga. Ia bisa dibilang seniman besar. Salah satu karyanya yang pasti dikenali masyarakat Jakarta adalah Monumen Angkatan ’66 yang berdiri tegak di ujung Jalan Rasuna Said, Kuningan, sebelum jalan layang ke Menteng.

Piala Citra bikinan Dolorosa terbuat dari akrilik dengan kepingan logam berwarna emas.

FFI pernah membagikan Piala Citra berlapis emas, yakni tahun lalu. Akan tetapi, piala yang dipersembahkan oleh The Palace National Jeweler itu diberikan khusus hanya untuk kategori Film Terbaik 2016.

Lukman Sardi, Ketua Panitia FFI saat itu mengungkapkan, sejak awal FFI digelar, Piala Citra yang diberikan berlapis emas. Namun, pagelaran FFI sempat terhenti dan piala yang diberikan tak lagi berlapis emas. (rsa)