FOTO: 'Tenggelam' dalam Dunia Imajinasi Van Gogh

REUTERS/Alkis Konstantinidis, CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 21:11 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pameran Van Gogh Alive yang sudah berkeliling banyak negara, pekan lalu sampai di Yunani. Ribuan karya Van Gogh dipamerkan dengan wujud raksasa.

Berbeda dengan pameran di museum lain, pengunjung tak harus berjingkat-jingkat atau berbisik-bisik jika mengunjungi Van Gogh Alive Exhibition. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Pameran karya Van Gogh yang sudah keliling beberapa negara, termasuk Singapura di Asia Tenggara ini justru ingin merangsang seluruh indera pengunjung. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Warna-warnanya dibuat lebih bercahaya, ukurannya dibuat raksasa, bahkan diberi suara. Pengunjung pun menyebutnya sebagai pameran dengan pengalaman multisensor tak terlupakan. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Pameran itu seakan mengajak pengunjung ke dunia lain, dunia Van Gogh. Mereka seperti tenggelam dalam alam imajinasi pelukis kelahiran Belanda yang meninggal di usia 37 itu. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Salah satu karya terkenal Van Gogh, Starry Night pun dipajang di sana. Karya itu dibuat sangat besar sehingga pengunjung bisa merasa seperti jatuh dalam langit berbintang. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Ada pula karya terkenal lainnya tentang Van Gogh, Self-Portrait with Grey Felt Hat. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Terdapat lebih dari 3.000 karya Van Gogh yang dipamerkan. Semuanya dipajang dalam wujud raksasa, memenuhi dinding, lantai, bahkan plafon ruangan, ‘menenggelamkan’ pengunjung. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)
Karya-karya yang dipamerkan itu merupakan hasil Van Gogh di masa produktifnya, sekitar 1880 sampai 1890, sebelum ia meninggal di Perancis. Negeri itu banyak menginspirasinya. (REUTERS/Alkis Konstantinidis)