Ia memerankan penggerak sirkus modern Phineas Taylor Barnum.
Dengan durasi 2,5 menit, cuplikan ini pun mencakup lebih banyak lagi perjuangan Barnum dalam mewujudkan mimpinya. Itu semua diawali dari kehidupannya sebagai karyawan berpenghasilan rendah. Tapi Barnum punya cita-cita besar, berkehidupan baik dan memuaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suatu hari, ia mendapat ide menjalankan sebuah pertunjukan sirkus. Ia pun banyak merekrut talenta unik. Tanpa diduga, bisnisnya berkembang dan menjadi sorotan di seluruh dunia.
Meski demikian, para elitis tidak menyukai usaha dan kesuksesan Barnum. Akibatnya, Barnum harus menghadapi rintangan yang menghalangi mimpinya sebagai penghibur di masa itu.
Film ini adalah kesempatan kedua Jackman memamerkan bakatnya menyanyi setelah ia sempat tampil di Les Miserables (2012). Film ini pun turut menjadi kolaborasi kedua bintang X-Men itu dengan Williams setelah beradu akting di thriller Deception (2008).
The Greatest Showman juga menampilkan keindahan musik dari penulis lirik La La Land, Benj Pasek dan Justin Paul. Penulis lagu terkenal ini menjanjikan The Greatest Showman sukses.
Dilaporkan, produksi film ini memakan waktu tujuh tahun karena memiliki masalah besar selama produksi. Awal tahun ini, sebuah kebakaran sempat terjadi di lokasi syuting saat adegan karakter Jackman harus membawa karakter Efron keluar dari rumah yang terbakar.
Kobaran api ternyata lepas kendali. Kata Efron, ia tidak tahu nyala api itu begitu kuat.
"Ini sedikit terlambat, dan kobaran api jadi terlalu panas," katanya dalam wawancara dengan MTV. The Greatest Showman dijadwalkan tayang di bioskop AS 20 Desember mendatang. (rsa)