Isu Pelecehan Seks James Franco usai Kemenangan Golden Globes

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 16:22 WIB
Isu Pelecehan Seks James Franco usai Kemenangan Golden Globes James Franco dituding melakukan pelecehan seksual tak lama setelah memenangi Golden Globe 2018. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenangan James Franco di ajang penghargaan Golden Globes 2018 memicu reaksi keras dari beberapa perempuan. Itu tak lepas dari isu pelecehan seksual.

Sang aktor 39 dituding melakukan pelecehan seksual. Tudingan itu mencuat tak lama setelah saudara Dave Franco itu memenangi penghargaan Aktor Musikal-Komedi Terbaik Golden Globes 2018 untuk perannya di film The Disaster Artist.

Tudingan pelecehan seksual itu pertama kali dicuitkan aktris Sarah Tither-Kaplan, yang dulu sempat menjadi murid Franco di sekolah akting.




"Hei James Franco pin #TimesUp [gerakan melawan pelecahan dan kekerasan seksual] di Golden Globes bagus. Ingatkah beberapa minggu lalu ketika Anda berkata kepada saya bahwa saya harus telanjang penuh dalam dua film dan membayarnya US$100 (Rp 1,3 juta) per hari lalu menyebutnya tidak eksploitatif karena saya menandatangi kontrak untuk melakukannya? Waktu habis untuk itu!"

Cuitan Tither-Kaplan tidak berhenti sampai di situ. Ia lanjut menjelaskan bahwa kala itu dia dihadapkan pada kondisi yang tidak bisa ditolak.

Menurutnya, Franco mengambil kesempatan dari kondisi itu. Ia menyebut Franco tidak memberi kesempatan pada aktris kecuali jika ada adegan bugil.



"Jika seorang aktor terkenal memiliki kemampuan membuat atau menghancurkan karier saya dengan menjentikkan jari-jarinya, saya tidak punya kekuatan untuk menawar. Saya butuh pekerjaan, saya perlu makan dan karier," ungkapnya.

Tither-Kaplan tidak secara lugas menyebutkan di film mana ia diminta untuk beradegan bugil. Namun belakangan, dirinya dan Franco diketahui bekerja sama dalam The Long Home yang masih dalam tahap produksi.

Akibatnya, The New York Times membatalkan bincang-bincang dengan Franco.

Tapi Tither-Kaplan bukan satu-satunya yang bersuara melawan Franco. Aktris lain, Violet Paley mengklaim Franco pernah menyerangnya secara seksual dan mencoba merayu temannya yang berusia 17 tahun untuk datang ke kamar hotelnya.



"Pin #TimesUp yang lucu James Franco," tulisnya di Twitter menyindir sang bintang film 127 Hours.

"Ingat ketika Anda mendorong kepala saya ke alat vital Anda di mobil dan lain waktu Anda menyuruh teman saya yang berusia 17 tahun datang ke hotel? Setelah Anda tertangkap basah melakukan itu dengan remaja 17 tahun lainnya?"

Penulis feminis Jessica Valenti pun ikut mengemukakan perilaku tidak pantas Franco di masa lalu, saat dia menggoda gadis berusia 17 tahun pada 2014.


“Saya masih ingat James Franco mencoba menggoda seorang remaja di Instagram.”

Saat itu, Franco sudah menjelaskan pertukaran pesan singkat di Instagram-nya dengan si gadis muda, saat ia membela diri di The Howard Stern Show.

"Tujuh belas tahun adalah usia legal di New York. Tapi itu disebut masih terlalu muda,” ujar Franco di acara itu.


"Mereka menyebut seperti saya pengejar wanita muda. Saya tidak pergi ke sekolah dan mencari teman kencan. Saya pulang kerja dan mereka datang ke sana. Jadi, saya melihat wanita yang menarik," tambahnya.

Sekali lagi, untuk tudingannya kali ini Franco membantah.

“Hal-hal yang saya dengar di Twitter itu tidak benar, tapi saya sangat mendukung orang-orang yang berani dan bisa punya suara karena mereka telah terbungkam sejak lama,” tuturnya. Ia mengaku tak ingin mengecewakan mereka, seperti diberitakan Variety.

Franco juga mengungkapkan betapa ia selalu bertanggung jawab terhadap apa pun yang ia lakukan. “Jika saya berbuat salah, akan saya perbaiki,” tegasnya.


“Soal bagaimana kami melakukannya, saya benar-benar tidak punya jawabannya. Saya pikir inti dari semua ini adalah kami mendengarkan,” tuturnya lagi. Franco melanjutkan, dirinya siap belajar dan mengubah perspektifnya. (rsa)