Produser 'Insidious 4' Berterima Kasih ke Fan Horor Indonesia

Resty Armenia, CNN Indonesia | Selasa, 16/01/2018 15:21 WIB
Produser 'Insidious 4' Berterima Kasih ke Fan Horor Indonesia Produser film horor hit 'Insidious 4,' Jason Blum berterima kasih kepada para penggemar film horor di Indonesia atas kesuksesan filmnya. (Dok. Sony Pictures Releasing International/Universal Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produser film horor hit Insidious: The Last Key (Insidious 4) Jason Blum berterima kasih kepada para penggemar film horor di Indonesia atas sukses besar film buatannya.

Insidious 4 menyusul keberhasilan film-film horor supernatural terdahulunya. Seri ini disutradarai oleh Adam Robitel dan ditulis oleh Leigh Whannell. Blum bersama Oren Peli dan James Wan duduk di bangku produser.

Berdasarkan catatan Box Office Mojo, sejauh ini Insidious 4 telah berhasil meraih penghasilan kotor sebesar US$95 juta (Rp1,26 triliun) dari penayangannya di 3.150 bioskop yang tersebar di dalam dan luar negeri.



“Terima kasih penggemar film mengerikan di Indonesia karena telah menjadikan #Insidious4 sebagai film horor berpenghasilan kotor tertinggi sepanjang masa di sana. Gila kan?” cuit Blum dalam akun Twitter resmi miliknya.



Namun, pernyataan bos Blumhouse Productions itu dibantah oleh akun Bicara Box Office. Akun itu menyebut bahwa sejauh ini Indisious 4 bukan menjadi film horor berpenghasilan kotor tertinggi sepanjang masa di Indonesia, melainkan berpenghasilan paling besar dalam pekan pembuka sepanjang masa.

“Sebenarnya masih belum menjadi yang berpenghasilan kotor tertinggi, namun film horor berpenghasilan tertinggi di pekan pembuka sepanjang masa dengan US$5,2 juta. Horor berpenghasilan kotor tertinggi masih dipegang Conjuring 2 dengan US$12,5 juta,” papar akun itu.




Sementara, Box Office Mojo belum mencatat penghasilan Insidious 4 di Indonesia sejauh ini. Situs ini hanya menyebut bahwa pendapatan film itu mencapai US$44,2 juta (Rp590 miliar) hingga kini.

Insidious 4 mengambil latar waktu tahun 2010 dengan sosok nenek paranormal Elise Rainier sebagai pusat cerita. Film ini dipenuhi kilas balik pada era 1950an di mana Elise muda, yang merupakan putri seorang sipir penjara, mengalami banyak kejadian buruk di rumah yang ditinggalinya di New Mexico.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram] (res)