'Sediakala', Rindu Dialog Dini Hari sebelum Ada Teknologi
Muhammad Andika Putra | CNN Indonesia
Selasa, 20 Feb 2018 15:48 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat tahun setelah merilis album pada 2014, band Dialog Dini Hari kembali berkarya. Kali ini dengan merilis single terbaru bertajuk Sediakala. Lagu berdurasi empat menit lebih itu menceritakan tentang rasa rindu pada zaman teknologi saat belum maju.
Vokalis Dadang Pranoto mengatakan Sediakala bercerita tentang dua orang yang saling rindu namun tak bisa berbuat apa-apa karena terpisah oleh jarak. Dulu, sebelum ada telepon bahkan WhatsApp, orang yang rindu hanya bisa menahan rasa karena tak bisa berkomunikasi.
"Bayangkan, di tahun '60-an dan '70-an kalau kangen enggak bisa WhatsApp. Coba dibayangkan di kondisi sekarang, kangen tapi tidak terbantu teknologi," kata Dadang kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
Dadang melanjutkan, "Lagu Sediakala meyakinkan orang yang sudah lama tidak ketemu, tapi saat ketemu nanti orang itu membuktikan bahwa ia tidak berubah karena keadaan yang gila [teknologi]. Seperti zaman dulu, rasa rindu yang mendalam akan berubah jadi doa."
Bagi Dadang, rindu antarmanusia itu hal yang lumrah dan sederhana. Ia ingin menggunakan hal sederhana itu sebagai fondasi lagu yang ingin menyampaikan rasa rindu.
Jika diperhatikan, gaya bermusik Dialog Dini Hari pada Sediakala berbeda dengan sebelumnya. Band asal Bali itu jadi lebih banyak memainkan instrumen musik seperti seperti kibor dan synth. Musiknya pun seakan lebih kaya, meski liriknya masih sederhana.
[Gambas:Youtube]
Lagu Sediakala resmi dirilis hari ini, Selasa (20/2) secara digital. Lagu itu bisa dinikmati di beberapa layanan musik streaming dan YouTube. (rsa)
Vokalis Dadang Pranoto mengatakan Sediakala bercerita tentang dua orang yang saling rindu namun tak bisa berbuat apa-apa karena terpisah oleh jarak. Dulu, sebelum ada telepon bahkan WhatsApp, orang yang rindu hanya bisa menahan rasa karena tak bisa berkomunikasi.
"Bayangkan, di tahun '60-an dan '70-an kalau kangen enggak bisa WhatsApp. Coba dibayangkan di kondisi sekarang, kangen tapi tidak terbantu teknologi," kata Dadang kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang melanjutkan, "Lagu Sediakala meyakinkan orang yang sudah lama tidak ketemu, tapi saat ketemu nanti orang itu membuktikan bahwa ia tidak berubah karena keadaan yang gila [teknologi]. Seperti zaman dulu, rasa rindu yang mendalam akan berubah jadi doa."
Bagi Dadang, rindu antarmanusia itu hal yang lumrah dan sederhana. Ia ingin menggunakan hal sederhana itu sebagai fondasi lagu yang ingin menyampaikan rasa rindu.
[Gambas:Youtube]
Lagu Sediakala resmi dirilis hari ini, Selasa (20/2) secara digital. Lagu itu bisa dinikmati di beberapa layanan musik streaming dan YouTube. (rsa)