Brendan Fraser Alami Pelecehan Seksual di Hollywood

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 09:03 WIB
Brendan Fraser Alami Pelecehan Seksual di Hollywood Brendan Fraser mengaku pernah mengalami pelecehan seksual. (AFP PHOTO / LUCY NICHOLSON (left), Neilson Barnard/Getty Images/AFP (right))
Jakarta, CNN Indonesia -- Brendan Fraser sempat 'menghilang' dari Hollywood. Pada 1990-an sampai awal 2000-an, ia punya segala rupa film. Mulai thriller aksi seperti The Mummy sampai drama seperti The Quiet American. Namun setelah itu ada beberapa tahun di mana ia tak mau muncul.

Kini baru ketahuan apa sebabnya. Dalam wawancara mendalam dengan GQ yang dikutip Vanity Fair, Fraser mengaku ia sempat absen dari Hollywood karena tragedi pelecehan seksual.

Presiden Hollywood Foreign Press Association (HFPA) Philip Berk melecehkannya saat makan siang bersama untuk acara HFPA di Beverly Hills Hotel pada 2003. Aktor 49 tahun itu mengatakan, Berk hendak mengucapkan selamat tinggal padanya saat ia menjauh dari ruangan.



Namun Berk tak sekadar menjabat tangannya. "Tangan kirinya menjangkau ke belakang, meraih bokong saya, dan salah satu jaringan menyentuh tengah selangkangan saya," katanya.

Tak berhenti di satu titik, menurut Fraser, Berk menggerak-gerakkan jarinya itu. Ia kaget dan terdiam. "Saya merasakannya. Saya merasa seperti anak kecil. Saya merasa seperti ada bola di tenggorokan saya. Saya pikir saya akan menangis," ia mengungkapkan.

Fraser pun langsung keluar dari ruangan dan menemui istrinya saat itu, Afton.


Ia berniat membawa kasus itu ke publik, namun berubah pikiran. Perwakilan sang aktor hanya meminta HFPA menulis permintaan maaf. Berk mengaku menulis itu, namun menolak ia pernah melecehkan Fraser. Tudingan pelecehan itu, menurutnya sangat dibuat-buat.

"Permintaan maaf saya mengakui bahwa saya tidak melakukan kesalahan apa pun, permintaan maaf biasa yang menyebut 'jika saya melakukan sesuatu yang membuat Mr. Fraser kesal, saya tidak berniat demikian dan meminta maaf atas itu,'" kata Berk pada GQ.

Di sisi lain, Fraser menyebut insiden itu membuatnya merasa 'terkucil.'


"Saya jadi depresi. Saya menyalahkan diri saya sendiri dan saya kacau balau," ujarnya.

Apalagi setelah peristiwa pada 2003 itu HFPA tidak lagi mengundangnya ke Golden Globes. "Saya tidak tahu apakah itu karena saya tidak disukai kelompok itu, oleh HFPA. Tapi keheningan itu menyakitkan," tutur Fraser, yang lagi-lagi dibantah oleh Berk.

"Karier Fraser yang menurun bukan kesalahan kami," katanya menegaskan.


Baru sekarang Fraser berani mengungkapkannya, setelah melihat gerakan #MeToo. Ia memuji rekan-rekannya sesama artis yang berani bersuara menyampaikan pelecehan seksual yang pernah mereka alami di industri perfilman. "Orang-orang ini punya keberanian untuk mengatakan apa yang saya tidak berani untuk mengatakannya," tuturnya melanjutkan.

Sampai saat ini, Fraser mengaku masih ketakutan mengenang kejadian itu. (rsa)