'The Shape of Water' Menang Oscar di Tengah Isu Penjiplakan

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 17:44 WIB
'The Shape of Water' Menang Oscar di Tengah Isu Penjiplakan Kemenangan 'The Shape of Water' di Oscar 2018 berbau amis. Film Guillermo del Toro itu menang di tengah isu penjiplakan. ( dok. Fox Searchlight)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenangan The Shape of Water yang fenomenal di musim penghargaan baik Golden Globes 2018 dan Oscar 2018 berbau 'anyir.' Film cinta antara makhluk laut dan manusia itu menang di tengah isu penjiplakan.

Film garapan Guillermo del Toro yang mengisahkan cinta seorang wanita pekerja kebersihan dan makhluk laut itu disebut mirip dengan sejumlah karya yang sudah rilis sebelumnya.

Sejumlah karya yang disebut mirip dengan The Shape of Water adalah sebuah film pendek rilisan 2015 asal Belanda dan sebuah pementasan teater pada 1969.



Film pendek yang disebut mirip dengan The Shape of Water bertajuk The Space Between Us dan dibuat oleh pelajar film Belanda bernama Marc S Nollkaemper.

Film berdurasi 13 menit itu mengikuti kisah seorang wanita yang jatuh cinta dengan makhluk mirip ikan di fasilitas penelitian. Mirip dengan inti cerita The Shape of Water.

[Gambas:Youtube]

Di sisi lain, cerita dalam The Shape of Water pun dianggap mirip dengan kisah pementasan drama berjudul Let Me Hear You Whisper (1969) karya pemenang Pulitzer Prize Paul Zindel, yang telah wafat pada 2003.

Pertunjukan tersebut kemudian diadaptasi menjadi film TV pada 1990 yang dibintangi oleh Jean Stapleton.

Kisahnya berfokus pada seorang wanita pembersih yang bekerja di laboratorium tempat seekor lumba-lumba yang dia sukai akan dibunuh karena penyakit otak.


Sutradara Prancis Jean-Pierre Jeunet juga baru-baru ini mengatakan kepada Ouest France bahwa dia terganggu dengan sebuah adegan di The Shape of Water yang menampilkan kemiripan dengan adegan di film Delicatessen (1991).

Adegan yang diributkan itu adalah sebuah reka pasangan yang duduk bersama dan melakukan sejumlah gerakan koreografi dengan latar film lawas.

Dalam The Shape of Water, tarian ini dilakukan menggunakan kaki, sementara di Delicatessen lebih mengeksplorasi gerakan tubuh bagian atas.

[Gambas:Youtube]

Hanya saja, baik Del Toro maupun pihak rumah produksi Fox Searchlight membantah tuduhan itu.

Kepada Deadline, Del Toro mengatakan belum pernah mendengar tentang karya-karya tersebut sebelum membuat film The Shape of Water. Dia menekankan rekam jejaknya yang bersih.

"Saya telah berkarier di dunia film selama 25 tahun dan punya reputasi yang kuat," kata Del Toro.

"Saya selalu menjadikan topik keterbukaan dalam karier saya, tentang pengaruh saya dalam film yang saya buat, dalam komentar di DVD, Twitter, pameran museum saya. Saya selalu terbuka tentang apa yang saya cinta, dan saya tidak masalah mendiskusikannya dan bagaimana mereka bertrasnformasi dalam film-film saya," kata Del Toro. (end)