Meksiko Rayakan Kemenangan Besar di Oscar 2018

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 10:03 WIB
Meksiko Rayakan Kemenangan Besar di Oscar 2018 Meksiko ikut merayakan kemenangan besar sineas dan budaya negara itu yang meraih gelar bergengsi di Oscar 2018. (AFP PHOTO / ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Momen Oscar 2018 yang baru saja usai bukan cuma jadi pesta bagi industri Hollywood atau pun pemenang, namun juga bagi Meksiko. Oscar 2018 jadi tajuk utama berbagai media negeri Telenovela itu.

Apalagi kalau bukan kemenangan sineas juga kebudayaan Meksiko di ajang penghargaan film tertinggi dunia itu, terutama mengingat tensi negara itu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang cukup tinggi.

Kemenangan Meksiko di Academy Awards ke-90, Minggu (4/3) malam waktu Los Angeles diwakili salah satunya oleh keberadaan Guillermo del Toro yang berasal dari Meksiko.


Del Toro menyabet gelar bergengsi Sutradara Terbaik dan karyanya, The Shape of Water menjadi pemenang utama Oscar 2018 melalui Film Terbaik.


Dengan kemenangan dia, Del Toro menjadi penerus sineas Meksiko yang menorehkan nama di ajang film di Amerika Serikat itu setelah Alfonso Cuaron dan Alejandro Gonzalez Inarritu.

Penghargaan Hollywood terhadap Meksiko ini tampak kontras dengan respons dingin Trump yang cenderung menyalahkan negara tetangganya itu atas kasus tingginya pemerkosaan dan pembunuhan, serta imigran.

Masa bodoh dengan omongan Trump, media Meksiko merayakan kemenangan negara juga budayanya dengan memasang tajuk "Meksiko Sapu Bersih Oscar", "Oscar 2018: Malam Meksiko", dan "Del Toro Lukis Hijau, Putih, Merah di Oscar" yang mengacu pada warna bendera Meksiko.

Meksiko Rayakan Kemenangan Besar di Oscar 2018Penggemar Guillermo del Toro merayakan kemenangan sutradara itu dan film 'The Shape of Water'. (AFP PHOTO / ULISES RUIZ)

Dalam pidato kemenangannya, Del Toro merayakan kebudayaan imigran yang ia miliki dan menyindir Trump yang masih bernafsu membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko guna mencegah kedatangan imigran.

"Hal terbaik yang dilakukan dalam industri seni kita adalah menghapuskan batasan," kata Del Toro. "Kita harus melanjutkan melakukan hal itu ketika dunia memberi tahu kita untuk membuatnya semakin dalam,"

Malam itu, sineas juga masyarakat Latin riang gembira dengan kemenangan Guillermo del Toro.

"Sungguh menggembirakan untuk dilihat," kata Gaz Alazraki, sineas yang memproduksi seri Netflix Meksiko, Club of Crows.

"Guillermo berbicara atas nama semua pemimpi. Dengan kesuksesannya, dia adalah sebuah simbol atas perwujudan maksud Amerika Serikat untuk para pendatang, selamanya," lanjutnya.



Kemenangan Del Toro juga disambut hangat oleh mantan presiden Meksiko, Vicente Fox. Dalam unggahan di media sosial, Fox menyindir Trump soal keputusannya soal tembok perbatasan itu.

"Kekuatan orang Meksiko di Oscar adalah bakat asli, yang tidak diambil secara ilegal atau dicuri seperti disebut Donald Trump. Anda lihat, Donald, bakat itu tidak dibatasi oleh pembatas," kata Fox, seperti dikutip dari Reuters.

The Shape of Water keluar sebagai pemenang utama Oscar 2018 dengan raihan empat piala dari 13 nominasi yang ia dapatkan.

Selain dari The Shape of Water, kemenangan Meksiko juga terasa dari terpilihnya film Disney-Pixar, Coco, sebagai Film Animasi Panjang Terbaik Oscar 2018.

[Gambas:Video CNN]

Coco
mengisahkan perjalanan bocah lelaki Meksiko, Miguel, mencari identitas leluhurnya ketika berpindah ke dunia arwah saat momen Hari Orang Mati di negaranya.

Coco meraih kesuksesan besar di box office. Film tersebut meraih lebih dari US$700 juta dari seluruh dunia.

"Dengan Coco, kami mencoba melangkah maju ke sebuah dunia tempat seluruh anak-anak dapat tumbuh melihat karakter dalam film yang terlihat, berbicara dan hidup seperti yang mereka lakukan," kata produser Coco, Lee Unkrich. (end)