Analisis

'Iming-iming' Scientology bagi Hollywood

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 15:18 WIB
'Iming-iming' Scientology bagi Hollywood Gereja Scientology di Bogota. (AFP PHOTO / GUILLERMO LEGARIA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gereja Scientology semakin menancapkan 'tajinya' ke dunia hiburan Amerika Serikat. Diberitakan The Hollywood Reporter, mereka baru saja meluncurkan saluran televisi khusus.

Saluran yang berdedikasi untuk agama Scientology itu resmi diluncurkan pada Senin (12/3) sore waktu AS. Pemimpin Scientology yang jarang muncul di media, David Miscavige akhirnya tampil di depan kamera untuk meresmikan saluran yang dijanjikan bukan untuk 'promosi' itu.

"Kami tidak di sini untuk menceramahi Anda, untuk meyakinkan Anda atau membuat Anda berubah keyakinan. Tidak. Kami hanya ingin menunjukkan pada Anda, karena prinsip utama dari Scientology adalah kebenaran hanya akan benar jika itu benar untuk Anda."


Miscavige melanjutkan, "Jadi, silakan lihat dan putuskan sendiri."


Sementara, mereka punya empat program utama. Salah satunya Scientology Network Launch Special, yang mempertontonkan desain interior gereja-gereja Scientology selama sejam penuh. Setelah itu, ada program profil Meet a Scientologist selama setengah jam.

Dua program lain tak jauh berbeda dari itu: soal gereja Scientology dan tokoh inspiratif.

Ini bukan pertama kalinya Scientology merasuk ke Hollywood. Aliran itu sudah punya banyak 'pengikut' di dunia selebriti, salah satu yang terkenal adalah Tom Cruise. Nama terkenal lain sebenarnya banyak, termasuk Michael Pena, Kelly Preston dan John Travolta.

Scientology bahkan punya bangunan sendiri di Hollywood Boulevard, jantung Hollywood di mana landmark-landmark tentang selebriti bertebaran dan jadi destinasi wisata di Los Angeles. Saat CNNIndonesia.com berkesempatan mengunjunginya, mereka 'sibuk' promosi.

Salah satu bangunan Scientology di Los Angeles.Salah satu bangunan Scientology di Los Angeles. (AFP PHOTO/Frederic J. BROWN)
Dua perempuan berseragam berjajar di depan bangunan dengan tulisan 'Scientology' besar-besar di plangnya. Mereka membagikan pamflet kepada orang-orang yang lewat, termasuk CNNIndonesia.com. "Kami akan memutar film, silakan tonton, gratis," kata mereka.

Karena tidak tertarik, kami begitu saja menolak pamflet yang dibagikan, tanpa sempat melihat film apa yang mereka promosikan. Yang jelas, itu berkenaan dengan Scientology.

Bukan hanya itu, gereja Scientology juga tersebar di mana-mana di Amerika Serikat. Mereka tak sembunyi-sembunyi karena papan nama Scientology terpampang besar di depannya.

Salah satunya di sudut jalan dekat Griffith Park, di mana Griffith Observatory dan jalan masuk menuju Hollywood Sign berada. Bangunannya megah dan autentik, dengan pepohonan rindah di dalam kompleknya. "Itu Gereja Scientology," terang warga lokal saat ditanya.


Tak hanya sampai di situ. Scientology juga membeli beberapa bangunan di luar Los Angeles-masih area California-untuk dijadikan gereja, menurut keterangan warga lokal yang sama.

Scientology memang tak hanya merekrut selebriti. Namun mereka seakan percaya banyaknya nama terkenal yang ikut 'alirannya' akan membuat Scientology makin terkenal. Keyakinan itu diejawantahkan oleh L. Ron Hubbard pada 1955, saat ia mencanangkan perekrutan untuk artis.

'Project Celebrity,' demikian ia menamainya. Siapa pun yang bisa merekrut selebriti, mereka akan mendapat ganjaran setimpal. Dua tokoh yang tertarik saat itu termasuk bintang film Gloria Swanson dan pianis jazz Dave Brubeck. Mereka lalu punya 'Celebrity Centres.'

Tak hanya beroperasi di Los Angeles, itu juga ada di Paris, Nashville dan kota lain.


"Selebriti adalah orang-orang yang sangat spesial dan punya lini penyebaran yang jelas berbeda. Mereka punya lini komunikasi yang orang lain tidak punya," kata Hubbard.

Tak heran jika, mengutip The Hollywood Reporter, Scientology rela berinvestasi sebesar jutaan dolar setiap tahun untuk beriklan di Super Bowl selama 30 detik saja. Itu sudah terjadi selama enam tahun belakangan. Iklan itu biasanya membuat orang penasaran.

"Penasaran?" demikian tagline mereka di iklan yang terbaru.

Apa sebenarnya yang berbeda yang ditawarkan Scientology? 'Aliran' yang sering juga disebut 'gereja artis' itu digagas oleh Hubbard dari istilah yang menggabungkan scio dan logos. Scio merupakan bahasa Latin yang berarti mengetahui makna sepenuhnya dari dunia.

Sementara Logos, yang merupakan istilah dari Yunani, berarti belajar. Jika digabungkan, mengutip situs web resmi Scientology, 'aliran' mereka 'belajar bagaimana untuk tahu.'

Tom Cruise merupakan salah satu anggota Scientology yang terkenal.Tom Cruise merupakan salah satu anggota Scientology yang terkenal. (REUTERS/Ginnette Riquelme)
"Scientology mengeksplorasi semangat, bukan tubuh atau pikiran, dan percaya bahwa seseorang lebih dari sekadar produk dari lingkungannya, atau genetikanya," tertulis.

Mengaku tidak sebagai kepercayaan yang dogmatis, Scientology mengklaim mereka tidak jauh berbeda dari agama lain. Prinsip dasarnya sama: bagaimana membuat masyarakat lebih baik. Bedanya, menurut mereka, Scientology punya akses terhadap teknologi canggih masa kini.

"Sementara banyak agama yang menjanjikan keselamatan di akhirat, Scientology menawarkan kepastian keselamatan untuk saat ini," situs web resmi Scientology kembali mengklaim.

Jika tujuannya demikian, tak heran Scientology merekrut banyak selebriti. Mereka butuh banyak dana untuk menyokong program-programnya, akses terhadap teknologi dan beriklan.

Gereja Scientology menempati bangunan-bangunan ikonis di Los Angeles.Gereja Scientology menempati bangunan-bangunan ikonis di Los Angeles. (Dok. Scientology Media)
(rsa)