Analisis

Bubar, 'Karma' Fifth Harmony dan One Direction

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 11:36 WIB
Bubar, 'Karma' Fifth Harmony dan One Direction Fifth Harmony mengikuti jejak 'abangnya', One Direction, untuk bubar usai enam tahun menjadi grup. 5H menjadi contoh objek industri musik yang berbasis pasar. (Jason Koerner/Getty Images for iHeartMedia/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar keputusan Fifth Harmony untuk rehat alias vakum secara grup menjadi berita gempar bagi penggemar mereka, Harmonizer. Keputusan ini membawa kenangan akan nasib serupa yang dialami One Direction.

Baik Fifth Harmony maupun One Direction berasal dari jenis 'pabrik' yang sama, ajang pencarian bakat X Factor. Bahkan 'bapak' mereka pun sama, Simon Cowell. Bedanya, One Direction berasal dari Inggris, sedangkan Fifth Harmony dari sekutunya, Amerika Serikat.

Berasal dari 'bapak' yang sama ternyata membuat dua grup ini juga mengalami nasib dan 'karma' yang serupa dalam perjalanan hidup mereka, melesat dengan cepat dan bubar dalam waktu yang sama, usai berkarier enam tahun.


Fifth Harmony mengumumkan kabar hiatus alias 'bubar sementara' mereka pada Selasa (20/3), setelah mereka bersama selama enam tahun sejak 2012.

Pun sama dengan One Direction, yang memutuskan untuk vakum pada 2016, enam tahun setelah mereka dibentuk pada 2010. Namun kesamaan nasib mereka tidak berhenti sampai di situ.

Berasal dari Individu

Dua grup yang memiliki fan fanatik ini sejatinya berasal dari individu-individu yang memang ingin tenar secara singkat melalui ajang pencarian bakat X Factor. Simon Cowell melalui label miliknya, Syco, adalah dalang di balik 5H dan 1D.

Pada 2012, Ally Broke, Normani, Dinah Jane, Lauren Jauregui, dan Camila Cabello mendaftar X Factor secara individu. Namun kemudian Cowell 'memaksa' mereka menjadi satu grup bernama Fifth Harmony.

Taktik serupa pernah digunakan Cowell pada 1D. Pada 2010, Harry Styles, Liam Payne, Louis Tomlinson, Niall Horan, dan Zayn Malik tak pernah mendaftar X Factor Inggris secara grup. Namun Cowell membentuk mereka, dan kemudian sukses meraup pasar.

Kedua grup itu sama-sama masuk jajaran tiga besar di ajang X Factor masing-masing. Bahkan karya debut di luar X Factor mereka juga sukses, One Direction dengan Up All Night (2011) dan EP dari Fifth Harmony, Better Together (2013).

Bubar, 'Karma' Fifth Harmony dan One DirectionOne Direction ketika masih komplet pada 2013. (AFP PHOTO / ANDREW COWIE)

Ditinggal Anggotanya

'Karma' lain yang menimpa dua grup ini adalah ditinggal seorang anggotanya ketika mereka berada di puncak kejayaan. One Direction ditinggal Zayn Malik pada 2015, dan Fifth Harmony ditinggal Camila Cabello pada 2016.

Uniknya, baik Zayn maupun Camila termasuk anggota grup yang sudah memiliki penggemar kuatnya sendiri. Dan alasan kepergian mereka pun terdengar senada.

Pada 2015, usai dari konser di Jakarta, Zayn Malik mengumumkan mundur dari One Direction dengan alasan mengikuti kata hatinya.

"Hidup saya dengan One Direction telah lebih dari saya pernah bayangkan. Tapi, setelah lima tahun, saya merasa waktu yang tepat bagi saya untuk meninggalkan band. Saya ingin meminta maaf kepada para fans, namun saya harus melakukan apa yang hati saya anggap benar," kata Zayn, kala itu.

Sedangkan pada Desember 2016, giliran Camila Cabello yang meninggalkan Fifth Harmony. Namun, kala itu Camila tak memberikan jawaban secara langsung.

"Setelah empat setengah tahun bersama, kami diberi tahu oleh perwakilan Camila, bahwa ia memutuskan untuk tak lagi di Fifth Harmony. Kami harapkan yang terbaik untuknya," tulis pernyataan Fifth Harmony.

Namun santer terdengar kala itu, Cabello keluar dari Fifth Harmony lantaran cenderung lebih sibuk akan karier solonya dan enggan mendiskusikannya dengan anggota lain. Cabello membantah hal tersebut.

"Saya agak kaget membaca pernyataan yang dikeluarkan oleh akun Fifth Harmony tanpa sepengetahuan saya," kata Cabello, kala itu.

"Menyampaikan bahwa mereka diberi tahu oleh perwakilan bahwa saya meninggalkan grup, itu jelas tidak benar," lanjutnya.

"Seperti juga anggota lain yang punya rencana masa depan, saya pun juga ingin menempuh karier solo di tahun mendatang. Namun, saya tak ingin begini jadinya. Saya tak ingin mereka ditekankan diberi tahu oleh orang lain, bukan dari diri saya sendiri untuk mengakhiri dan meninggalkan grup," tegas Cabello.

Kemudian, Zayn dan Camila merilis karya masing-masing. Zayn merilis Pillowtalk pada Januari 2016, sedangkan Cabello merilis Havana pada Oktober 2017.

Berempat dan Bubar

Ditinggal anggotanya, baik One Direction maupun Fifth Harmony yakin mereka akan tetap bertahan hanya dengan formasi empat anggota.

Kedua grup itu pun sempat merilis karya dengan formasi baru, One Direction dengan album Made in the A.M (2015), dan Fifth Harmony dengan judul grup itu sendiri pada Agustus 2017.

Baik 1D dan 5H juga sama-sama tampil di depan publik dengan formasi baru dan seolah menunjukkan mereka telah 'move on' dari badai yang mengguncang keutuhan grup mereka.

Namun itu tak bertahan lama. Sepanjang mereka mencoba bertahan itu pula, kabar sejumlah anggota lain yang diam-diam teken kontrak untuk bersolo karier bermunculan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi. Usai konser di Jakarta, Ally Broke memutuskan 'memadu' Fifth Harmony dengan teken kontrak solo karier dengan Maverick/ReignDeer Entertainment.

[Gambas:Youtube]

Kabar solo karier yang berembus dari berbagai anggota tersisa berujung dengan kabar vakum alias bubar sementara. One Direction memutuskan untuk hiatus pada Januari 2016 dan 5H pada Maret 2018.

Banyak Faktor

Kasus rehatnya grup yang berujung pada perpisahan bukan hanya dialami 1D dan 5H. Sejarah industri musik mencatat beragam grup telah bubar dengan alasan 'hiatus.'

Menurut Vulture, faktor yang menyebabkan bubarnya grup ini amat beragam, mulai dari manajemen yang korup seperti yang dialami Backstreet Boys dan N Sync, kehabisan tenaga dan kreativitas seperti Spice Girls, ataupun ketimpangan ketenaran seperti Destiny's Child dengan Beyonce, dan Fifth Harmony dengan Camila Cabello.

Namun salah satu faktor lain yang justru menentukan keberlangsungan hidup suatu grup pop adalah respons dari pasar. Sebagian besar ikatan yang ada dalam grup tersebut adalah 'settingan', terkecuali grup yang berbasis keluarga seperti Jonas Brother.

Bagi industri yang berbasis bisnis dan ekonomi, kreativitas artistik anggota dalam grup pop arus utama hanyalah pelengkap. Semua harus menyesuaikan dengan selera pasar.

[Gambas:Youtube]

Kondisi ini semakin mendesak untuk dilakukan mengingat pelemahan industri musik dalam dua dekade terakhir yang juga didorong oleh perkembangan teknologi.

Internet yang berkembang selama dua dekade terakhir juga dianggap semakin mendorong industri semakin bergantung pada selera pasar. Kini, pasar yang menentukan hidup dan mati sebuah band, musisi, hingga media.

Hal itu pula yang terjadi dengan One Direction dan Fifth Harmony. Dibentuk oleh Simon Cowell dari remaja-remaja yang ingin tenar, produser kawakan itu memoles mereka menjadi objek jualan industri.

Hingga ketika mereka dinilai tak lagi mengumpulkan pundi-pundi, keputusan untuk membubarkan diri dan berjuang sendiri menjadi 'karma' yang mereka tuai sebagai pelaku industri arus utama. (end)