FOTO: Merayakan Tahun Baru ala Kaum Majusi

AFP, Anadolu Agency, Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 20:54 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi suku Kurdi di Irak, awal musim semi adalah momen saat leluhur mereka, kaum Majusi penganut Zoroastrianisme merayakan tahun baru yang bernama Noruz.

Bagi suku Kurdi di Iraq, momen masuk musim semi adalah momen leluhur mereka, kaum Majusi penganut Zoroastrianisme merayakan tahun baru yang bernama Noruz. (AFP PHOTO / SAFIN HAMED)
Noruz sejatinya merupakan perayaan tahun baru secara tradisional yang dilakukan keturunan bangsa Persia, atau Iran, Azerbaijan, Irak, Afghanistan, Pakistan, sebagian India, dan sebagian suku Kurdi. (Anadolu Agency/Yunus Keleş)
Momen Noruz jatuh pada hari pertama musim semi dan awal kalender Iran. Bagi bangsa Iran, perayaan ini jatuh pada 21 Maret. Sedangkan menurut vernal quinox, momen ini bisa jatuh pada 20 hingga 22 Maret. (AFP PHOTO / SAFIN HAMED)
Peringatan tahun baru Noruz terlah berlangsung sejak ribuan tahun silam dan sudah tercatat sebagai Daftar Warisan Budaya TakBenda Manusia UNESCO sejak 23 Februari 2010. (REUTERS/Ari Jalal)
Sejarah Noruz yang ribuan tahun tak bisa dilepaskan dari kaum Majusi yang menganut Zoroastrianisme. (Anadolu Agency/Yunus Keleş)
Sebagian masyarakat merayakan Noruz dengan berjalan menelusuri gunung membawa obor di tengah kegelapan malam. (REUTERS/Ari Jalal)
Ketika Persia ditaklukkan oleh Khalifah Umar bin Khattab, perayaan Noruz tidak dilarang namun justru ditambah sejumlah doa dan syair sufistik. (Anadolu Agency/Yunus Keleş)
Masyarakat Kurdi di Irak berjalan membawa obor mendaki sebuah gunung di Akra, 500 kilometer utara Bagdad pada 20 Maret lalu merayakan Noruz. (AFP PHOTO / SAFIN HAMED)
Namun seperti pada perayaan tahun baru Masehi, perayaan Noruz juga dimeriahkan oleh kembang api. (AFP PHOTO / SAFIN HAMED)