Eks Personel Boyzone Bersaksi dalam Kasus Pembunuhan Kekasih

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 27/03/2018 13:38 WIB
Eks Personel Boyzone Bersaksi dalam Kasus Pembunuhan Kekasih Mark Walton, mantan Boyzone bersaksi di pengadilan soal kasus pembunuhan oleh mantan kekasihnya. (Screenshot via Twitter/@markwalton8)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan personel Boyzone menjadi saksi dalam persidangan yang melibatkan mantan kekasihnya, Senin (26/3). Mark Walton, sang penyanyi, mengungkapkan saksi yang memberatkan.

Sang mantan kekasih, perancang Sabrina Kouider bermasalah dengan hukum karena kasus pembunuhan. Ia didakwa membunuh dan membakar jenazah asisten rumah tangganya.

Menurut Walton yang sekarang menjadi salah satu juri dalam kompetisi idola di Vietnam, Kouider memang sosok yang suka menyiksa orang lain. Ia juga manipulatif dan tukang atur. Selama mereka menjalin hubungan asmara pun, kecenderungan itu sudah terlihat.



"Dia akan bicara dengan aksen Perancis yang lembut lalu dia akan berbalik, menjadi sangat, sangat marah dan bicara dengan keras, tidak peduli kami sedang di mana. Dia akan menggila hanya karena sesuatu tidak penting," ujar Walton pada pengadilan di Old Bailey, London.

Walton dan Kouider pernah tinggal bersama selama dua tahun. Namun setelah mereka putus, dirinya pindah dan berhenti membayar sewa, ia dituduh paedofil.

"Saya hancur, secara emosional hancur, tapi saya mencintainya saat itu," kata Walton.


Kouider dan pasangannya, Ouissem Medouni didakwa membunuh asisten rumah tangga bernama Sophie Lionnet. Kouider menyewa jasa Lionnet sejak Januari 2016. Tujuannya, untuk menjaga dua anaknya yang masih kecil. Namun Kouider menuding Lionnet sebagai mata-mata.

Ia menganggap Walton merekrut asisten rumah tangganya itu untuk bekerja padanya dan memata-matai kehidupan Kouider. Imbalannya, selain uang, adalah ketenaran.

Jenazah Lionnet ditemukan di halaman belakang rumah Kouider 20 September tahun yang sama.


Jaksa penuntut menyebut Kouider dan pasangannya mengintimidasi, menyiksa dan melakukan kekerasan terhadap Lionnet sampai meninggal dunia. Pasangan itu mengaku salah karena mereka tergoda untuk membakar jenazah Lionnet. Namun, keduanya membantah membunuhnya.

Saat sisa jenazah Lionnet ditemukan di halaman belakang rumah mereka, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Medouni mengaku pada petugas bahwa ia telah membakar domba. Sementara Kouider menuturkan Lionnet menghilang beberapa hari sebelumnya dan ia tak tahu ke mana. (rsa)