Limbad Klarifikasi Tudingan Kondisi Kritisnya 'Settingan'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 27/03/2018 14:36 WIB
Limbad Klarifikasi Tudingan Kondisi Kritisnya 'Settingan' Limbad mengklarifikasi tudingan 'settingan' yang dialamatkan padanya atas kondisi kritisnya. (Detikcom/Gusmun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesulap Limbad dituding memalsukan kondisi kritisnya usai melakukan aksi ekstrem mengubur diri dalam balok es selama 15 jam. Aksi itu dilakukan di acara Limbad in Action yang berlangsung di Lapangan Makodam, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (24/3) lalu.

Tudingan itu dibantah manajer Limbad, Aris saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (27/3).

"Soal 'settingan' itu hoaks saja. Mungkin dari orang-orang yang tidak suka sama Master Limbad, kan tidak semua orang suka sama Master Limbad toh. Karena mereka kan tidak melihat yang terjadi sesungguhnya seperti apa di lokasi," katanya.



Sebelumnya, akun gosip Lambe Turah mengunggah percakapan dokter yang mendampingi Limbad selama aksi akhir pekan lalu. Dalam percakapan itu ada pernyataan bahwa sang dokter diminta berakting berdasarkan skrip.

Selain percakapan tersebut, unggahan itu juga menyertakan foto Limbad yang tampak berdiri sehat di bandara, usai disebut kritis.

Itulah yang membuat munculnya spekulasi bahwa Limbad memalsukan kondisinya. Aris mengaku tidak tahu soal percakapan dokter yang tersebar. Namun ia menjelaskan soal foto yang menampilkan Limbad.

[Gambas:Instagram]

"Di bandara memang Master sengaja memaksakan. Gengsi toh kalau dibopong di bandara. Itu foto pas nunggu asisten mau beli roti," katanya.

Pada Minggu (25/3), Aris sempat memberi pernyataan pada CNNIndonesia.com bahwa Limbad memang merasa kondisinya lebih baik dan memaksakan diri kembali ke Jakarta.

"Tadi memaksakan diri untuk pulang ke Jakarta dan sempat pingsan saat mau terbang," kata Aris saat dihubungi CNNIndonesia.com setibanya tim Limbad di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu siang.


Kala itu, Aris juga menuturkan bahwa Limbad belum sepenuhnya pulih. Ia masih belum dapat merasakan kulit di sekujur tubuhnya atau mati rasa. Keterangan yang sama disampaikan Aris hari ini, Selasa (27/3).

Sejak Minggu, kata Aris, Limbad hanya menjalani perawatan di rumah dengan terapi secara spiritual. Seluruh kulitnya juga masih mati rasa.

"Sekarang masih tetap istirahat dulu menunggu kondisi pulih dan Master masih yakini bahwa enggak perlu ke dokter. Cukup diterapi secara spiritual oleh Chakrajiwa," katanya.


Pada kejadian Sabtu malam lalu, kata Aris, detak jantung Limbad sempat berhenti karena hipotermia saat aksi mengubur diri di es hampir usai. Tim medis yang mendampingi pun langsung sigap memberikan pertolongan.

"Saat itu hanya dirawat di ambulans saja selama satu jam lalu kondisinya membaik, jadi kami bisa ke hotel. Setelah sampai hotel sempat minum kopi terus pingsan. Pas sadar saya suapi lalu istirahat lagi," jelas Aris saat itu.

"Pas mau jalan ke bandara pingsan lagi sekitar 30 menit," imbuhnya.

[Gambas:Instagram]

Kabar kondisi kritis Limbad pertama kali diketahui lewat unggahan putrinya, Cecillia Gina di akun Instagram. Dalam unggahan itu, Cecillia menyertakan tiga buah foto Limbad saat menjalani pemeriksaan medis. (rsa)