Ulasan Film: 'Teman Tapi Menikah'

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 29/03/2018 17:30 WIB
Ulasan Film: 'Teman Tapi Menikah' 'Teman Tapi Menikah' sejatinya hanya berisi kisah klise cinta remaja. Persoalan pelik hanyalah masalah Ditto yang terjebak dalam kondisi 'friendzone'. (dok. Falcon Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cerita film Teman Tapi Menikah sejatinya berasal dari kisah nyata yang dialami pesinetron Ayudia Bing Slamet bersama suaminya, Ditto 'Percussion' yang dituturkan dalam bentuk novel rilisan 2016.

Mengangkat kisah yang sama, Vanesha Prescilla dan Adipati Dolkien menampilkan versi keduanya sendiri dalam film bertajuk serupa.

Sebelum muncul dalam bentuk novel yang menjadi dasar cerita versi film, kisah cinta Ayudia dan Ditto sempat viral pada 2015. Pasalnya, Ditto yang telah bersahabat dengan Ayu sejak SMP itu ternyata memendam cinta kepada Ayu selama 12 tahun.


Dari judulnya, cerita ini jelas berakhir dengan bahagia. Ayu dan Ditto akhirnya menikah.


Namun dalam film ini, sutradara Rako Prijanto tampak lebih ingin menonjolkan pergolakan perasaan terpendam Ditto kepada Ayu alih-alih mengisahkan kembali cerita yang telah dikenal publik.

Dibuka dengan suasana kafe yang dibangun apik, kisah ini diceritakan lewat sudut pandang Ditto yang diperankan Adipati Dolken.

Dia bercerita soal awal mula dirinya jatuh hati pada sahabatnya sendiri, Ayu (Vanessa Prescilla).

Menurut pengakuan Ditto, ia telah mengidolakan Ayu sejak duduk di bangku SD saat melihat akting cucu legendaris Bing Slamet itu lewat layar kaca.

Ulasan Film: 'Teman Tapi Menikah'Adipati Dolkien dan Vanessa Prescilla. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Ditto kemudian dipertemukan oleh Ayu saat mulai duduk di bangku SMP. Ayu adalah teman satu kelasnya dan berlanjut ke teman satu meja.

Hal itu terus terjadi hingga keduanya melanjutkan ke bangku SMA. Namun sayang, mereka terpisah saat akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Ayu berkuliah di Jakarta, Ditto memilih Bandung.

Cerita persahabatan antara Ayu dan Ditto di film ini terasa relevan karena cukup umum terjadi di kalangan masyarakat awam.

Sebagai sahabat, Ayu dan Ditto memang saling mengandalkan satu sama lain, berbagi cerita dan keseruan, hingga mendukung pada hal-hal positif.


Penulis skenario Johanna Wattimena dan Upi juga mendukung kerja Rako membuat film ini terasa lebih 'alami' dengan dialog yang dibuat sesederhana mungkin.

Soal aksi para pemainnya, Adipati boleh dinilai cukup matang saat mendalami karakter Ditto. Di sisi lain, nilai tambah layak diberikan untuk Vanesha.

Vanesha yang penampilannya dalam film ini adalah kali kedua setelah Dilan 1990 terlihat mampu cukup lepas dari bayang-bayang Milea dan menunjukkan adanya perkembangan positif.

Namun film ini juga masih memiliki sejumlah kekurangan. Ketidaktelitian Rako dalam meramu komposisi orang yang bakal disorot kamera bisa jadi cacat sederhana yang paling terlihat, seperti pada bagian adegan 'prom night'.

[Gambas:Youtube]

Tampak niat Rako ingin menonjolkan sang pemeran utama, namun keteledoran itu membuat rasionalitas adegan menjadi terganggu.

Secara umum, film ini cukup baik bila hanya ingin sebuah tontonan yang menghibur. Tanpa embel-embel konflik yang tajam, Teman Tapi Menikah terasa 'amat lurus'.

Teman Tapi Menikah sejatinya hanya berisi kisah klise cinta remaja. Persoalan pelik hanyalah masalah Ditto yang ingin mengutarakan perasaannya kepada Ayu namun tak ingin merusak persahabatan mereka yang berpotensi ia bakal 'rugi bandar'.

[Gambas:Video CNN]

Sebenarnya permasalahan 'friendzone' ini bisa jadi menarik bila pergolakan emosi dan perasaan Ditto yang diperankan Adipati bisa lebih digali hingga menggambarkan kegalauan terjebak dalam status pertemanan yang menyebalkan itu.

Namun ketika Rako dan tim penulis hanya ingin film ini hanya menjadi tontonan bahagia yang ringan bagi masyarakat, maka hubungan Ditto dan Ayu di film ini hanya bakal menjadi angin lalu usai film ini turun dari bioskop.

Teman Tapi Menikah telah tayang sejak 28 Maret 2018. (end)